Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Penerapan Qanun LKS : BCA dan CIMB Syariah Hitung Potensi Pertambahan Aset

Sejumlah bank dan unit usaha syariah telah bersiap dan memiliki perhitungan potensi pertambahan aset pasca berlakunya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Provinsi Aceh.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 16 September 2019  |  06:58 WIB

Bisnis.com,  JAKARTA - Sejumlah bank dan unit usaha syariah telah bersiap dan memiliki perhitungan potensi pertambahan aset pasca berlakunya Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Provinsi Aceh.

Salah satu bank syariah yang mulai melakukan persiapan adalah PT Bank BCA Syariah. Menurut Presiden Direktur BCA Syariah John Kosasih, persiapan sudah dilakukan perusahaan salah satunya dengan membuka Kantor Cabang Utama (KCU) dk Aceh.

"Dengan demikian, masyarakat Aceh sudah bisa membuka rekening dan melakukan transaksi di BCAS," kata Kosasih kepada Bisnis, Minggu (15/9/2019).

Qanun LKS di Aceh akan diterapkan paling lambat 2021 mendatang, dan membuat semua nasabah bank di sana harus beralih menggunakan tabungan syariah. Seluruh bank di Aceh diberi waktu 3 tahun untuk menerapkan aturan tersebut setelah Qanun disahkan akhir 2018 lalu.

Jika Qanun ini sudah diterapkan, peralihan status pembiayaan nasabah di bank konvensional juga harus dilakukan. Untuk itu, Kosasih menyebut BCA Syariah memberi opsi bagi nasabah yang menjadi debitur di Serambi Mekah.

Para debitur BCA disebutnya memiliki opsi untuk melakukan konversi pembiayaan saat ini atau sesuai kebutuhan mereka nanti. BCA Syariah tak memaksa semua debitur harus mengalihkan pembiayaan sekarang karena ada faktor biaya yang harus menjadi pertimbangan nasabah.

Kosasih juga menyebut, ada potensi penambahan nilai aset hingga Rp1 triliun dari penerapan Qanun LKS. Potensi itu dihitung dari konversi nasabah yang menyimpan dana di BCA.

"Kalau potensinya mencapai sekitar Rp1 triliun. Itu [potensi dari] portfolio di BCA saja," katanya.

Dihubungi terpisah, Direktur Syariah Banking PT CIMB Niaga Tbk. Pandji P. Djajanegara menyebut perusahaannya akan memulai proses konversi nasabah Oktober mendatang. Menurut Pandji, Unit Usaha Syariah CIMB Niaga (CIMB Niaga Syariah) telah gencar melakukan sosialisasi konversi sejak Agustus lalu.

Pandji mengatakan, Oktober nanti perusahaannya akan melakukan 2 program sebagai bagian persiapan konversi nasabah. Pertama, CIMB Niaga Syariah akan menggelar program CSR melibatkan sekolah-sekolah di Banda Aceh, selama 2 hari. Kedua, akan ada sosialisasi pengetahuan bersama wartawan se-Aceh terkait proses konversi.

"Diharapkan [konversi nasabah] dapat menambah asset syariah di Aceh sebesar minimum Rp100 miliar," ujar Pandji.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top