BI : Likuiditas Perbankan Terjaga, Kredit Bisa Tumbuh Lebih Baik

Dalam pemaparan usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, likuiditas di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) terjaga. Hal ini tercermin pada rerata harian volume PUAB pada Agustus 2019 yang tetap tinggi sebesar Rp20,03 triliun.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 19 September 2019  |  17:33 WIB
BI : Likuiditas Perbankan Terjaga, Kredit Bisa Tumbuh Lebih Baik
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo

Bisnis.com, JAKARTA -- Bank Indonesia mengklaim transmisi kebijakan moneter tetap baik didukung oleh kecukupan likuiditas perbankan yang memadai serta pasar uang yang tetap stabil dan efisien.

Dalam pemaparan usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan, likuiditas di Pasar Uang Antar Bank (PUAB) terjaga. Hal ini tercermin pada rerata harian volume PUAB pada Agustus 2019 yang tetap tinggi sebesar Rp20,03 triliun.

Dia juga menyebut bahwa likuiditas perbankan tetap baik, terlihat pada rasio Alat Likuid terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) sebesar 19,7% pada Juli 2019, meningkat dari 19,1% pada Juni 2019.

Kondisi ini, menurut dia, berkontribusi positif pada suku bunga PUAB O/N sebagai sasaran operasional kebijakan moneter yang bergerak pada kisaran level suku bunga kebijakan sebesar 5,50% pada Agustus 2019.

"Rerata tertimbang suku bunga deposito juga menurun 10 bps dibandingkan dengan level Juli 2019 sehingga tercatat 6,70% pada Agustus 2019," kata Perry di kantor BI, Kamis (19/9/2019).

Adapun suku bunga kredit juga mulai menurun terutama pada kredit investasi dan kredit modal kerja.

Sementara itu, pertumbuhan uang beredar dalam arti sempit (M1) dan uang beredar dalam arti luas (M2) pada Juli 2019 masing-masing tercatat 7,4% dan 7,8% sejalan dengan pola pertumbuhan ekonomi.

Dia menegaskan ke depan, Bank Indonesia akan terus memastikan kecukupan likuiditas dan meningkatkan efisiensi pasar uang, serta memperkuat transmisi kebijakan moneter yang akomodatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
penyaluran kredit

Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top