Inilah Peraih Penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award 2019

Bisnis Indonesia menggelar malam anugerah Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 pada hari ini, Jumat (20/9/2019). Siapa saja peraih penghargaannya? Simak di sini.
Akhirul Anwar Akhirul Anwar | 20 September 2019 21:59 WIB
Inilah Peraih Penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award 2019
Suasana pembukaan Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 di Jakarta, Jumat (20/9). Pada BIFA 2019, akan ada 5 penghargaan yang diberikan untuk para pelaku industri keuangan di Indonesia. Kelima penghargaan ini adalah The Most Efficient Bank, The Best Performance Bank, The Best Performance Insurance - Asuransi Jiwa, The Best Performance Insurance - Asuransi Umum, dan The Best Performance Multifinance./JIBI - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Bisnis Indonesia menggelar malam anugerah Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 pada hari ini, Jumat (20/9/2019). Acara berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta.

BIFA 2019 adalah penghargaan yang diberikan kepada perusahaan finansial di Indonesia. Penghargaan ini merupakan evolusi dari Bisnis Indonesia Banking Award (BIBA), yang pada tahun sebelumnya hanya memberikan penghargaan kepada bank yang paling efisien dan memiliki kinerja terbaik.

Sejak 2017, melalui BIFA, Bisnis Indonesia mulai memperluas cakupan penghargaan, sehingga tidak terbatas pada bank saja, tetapi juga mencakup lembaga asuransi dan multifinance.

Kategori yang diperebutkan untuk sektor Bank adalah penghargaan The Best Performance Bank dan The Most Efficient Bank, untuk sektor Asuransi penghargaan The Best Performance Insurance, dan sektor multifinance adalah penghargaan The Best Performance Multifinance

Dari para penerima penghargaan pada masing-masing kategori BIFA 2019, Dewan Redaksi Harian Bisnis Indonesia memilih Best CE0 in Banking Industry, Best CEO in Sharia Banking, Best CEO in Insurance Industry, dan Best CEO in Multifinance Industry.

Selain itu, diberikan penghargaan khusus untuk perusahaan asuransi tepercaya. Simak laporannya di sini.

21:30 WIB

Asuransi Simas Jiwa Raih The Best Performance Life Insurance Company

PT Asuransi Simas Jiwa terpilih menjadi penerima penghargaan sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan kinerja terbaik di kategori aset lebih dari Rp25 triliun dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan premi moncer sejak 2016 yang disertai peningkatan laba.

Berdasarkan laporan keuangan audited, pada 2016 perseroan mencatatkan premi Rp13,04 triliun dan tumbuh 25,68 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp16,39 miliar pada 2017. Premi pun kembali tumbuh 16,31 persen (yoy) pada 2018 menjadi Rp19,06 triliun.

Laba perseroan ikut terkerek seiring pertumbuhan premi tersebut. Laba perseroan pada 2016 tercatat sebesar Rp46,91 miliar, kemudian tumbuh 146,01 persen (yoy) menjadi Rp115,42 miliar pada 2017.

Pada 2018, perusahaan asuransi jiwa dari grup Sinarmas tersebut terus mencatatkan pertumbuhan laba, menjadi Rp121,8 miliar atau naik 5,52 persen (yoy). (Nindya Aldila)

21:27 WIB

Presdir Asuransi Tugu Pratama Terpilih Sebagai Best CEO Asuransi

Indra Baruna, Presiden Direktur PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk., terpilih menjadi Best CEO Asuransi dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

Di bawah nakhoda Indra Baruna, PT Tugu Pratama Indonesia Tbk. berhasil mencatatkan stabilitas kinerja, khususnya dalam masa transisi menjadi emiten di bursa.

“Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat-Nya. Terima kasih untuk keluarga yang sudah mendukung saya berkarir selama 30 tahun saya berkarir di industri asuransi. Tentunya saya bahagia dan bangga. Terimakasih Bisnis Indonesia telah memberikan anugerah ini,” katanya dalam pidato singkatnya.

Dia menjabat sebagai Presiden Direktur perusahaan dengan kode emiten TUGU tersebut sejak 4 Desember 2017 berdasarkan ketetapan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Selang 5 bulan setelah Indra menjabat, pada Senin (28/5/2018), perusahaannya secara resmi mencatatkan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam penawaran umum tersebut TUGU berhasil melepaskan 1.777.777.800 saham.

Dalam periode tersebut Indra berhasil menekan pertumbuhan klaim perseroan menjadi 1,04 persen (year-on-year/yoy) dari US$122,4 juta pada 2017 menjadi US$123,7 juta pada 2018. Sebelumnya, pertumbuhan klaim pada 2017 mencapai 17,23 persen (yoy) dari 2016 senilai US$104,4 juta.

Selain itu, pertumbuhan beban perseroan pada 2018 ditekan hingga 22,9 persen (yoy) senilai US$157,7 juta dari 2017 senilai US$128,2 juta. Padahal, pada 2017 pertumbuhan beban tercatat sebesar 108,07 persen (yoy) dari 2016 senilai US$61,6 juta.

Hal tersebut membuat kinerja perseroan tetap stabil pada 2018 meskipun premi mencatatkan penurunan. Tahun lalu, premi TUGU tercatat senilai US$356,1 juta atau menurun 11,8 persen (yoy) dari 2017 senilai US$404,1 juta.

Adapun, pada tahun ini, Indra menjelaskan bahwa pihaknya akan mengedepankan inovasi digital dalam mengoptimalkan penetrasi asuransi ritel, serta terus mengembangkan inovasi produk dan pelayanan. (Nindya Aldila)

21:23 WIB

Bos BNI Syariah Menjadi Best CEO Bank Syariah

Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo menerima penghargaan Best CEO Bank Syariah dalam Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019. 

Firman mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya terhadap penghargaan yang diberikan. “Penghargaan kami dedikasikan kepada jajaran manajemen dan seluruh karyawan, insan khasanan yang telah berkerja keras,” katnaya saat menerima penghargaan di Rafless Hotel, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Adapun Firman terpilih menjadi direkrtur utama PT Bank BNI Syariah melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 23 Maret 2017.

Sebelumnya dia telah menduduki posisi penting di induk perusahaan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. sejak 2008.

Di bawah kepemimpinan Firman, BNI Syariah mencatat pertumbuhan di atas industri. Hal ini berlanjut hingga kuartal II/2019, di mana aset dan laba bersih perusahaan kembali melesat sebesar dua digit secara tahunan.

Pada triwulan kedua tahun ini BNI Syariah membukukan aset sebesar Rp42,49 triliun, naik 12,50 persen yoy dan laba bersih sebesar Rp315,27 miliar, naik 55,32 persen. Laba tersebut disokong oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan optimalisasi rasio dana murah.

Sementara itu aset BNI Syariah disiokong oleh poortofolio pembiayaan sebesar Rp31,66 triliun, naik 26,03 persen yoy.

Segmen konsumer berkontribusi Rp14,53 triliun atau 45,90 persen di antaranya. Kemudian segmen komersial menyumbang 28,88 persen, kecil dan menengah 18,77 persen, mikro 5,34 persen, dan Hasanah Card 1,11 persen. (Muhammad Khadafi)

21:21 WIB

Dirut BCA Finance Raih Penghargaan The Best CEO in Multifinance Industry

Direktur Utama PT BCA Finance Roni Haslim terpilih sebagai The Best CEO in Multifinance Industry pada malam penghargaan Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

Roni Haslim mampu memimpin perusahaan hingga mencapai pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir. 

Di bawah kepemimpinannya, BCA Finance membukukan pertumbuhan laba bersih 10,34 persen secara tahunan pada 2018 menjadi Rp1,60 triliun. 

Pada 2017, perusahaan juga membukukan pertumbuhan laba sebesar 27,19 persen dibandingkan pada 2016 senilai Rp1,14 triliun. 

Roni memimpin perusahaan hingga mencetak return of average assets (ROAA) yang terus menunjukkan peningkatan. Sejak 2016 -- 2018, berturut-turut ROAA perusahaan mencapai 15,21 persen, 24,80 persen, dan 28,91 persen.

Dengan membaiknya kondisi perusahaan, jaringan usaha BCA Finance, terus meluas. Hingga 2018, jaringan usaha perusahaan telah mencapai 67 kantor. 

Roni telah bergabung dengan perusahaan pada  2000 sebagai General Manager Pemasaran. Pada 2004, Roni diangkat sebagai Direktur Perusahaan. Kemudian diangkat sebagai Presiden Direktur Perusahaan sejak tahun 2008. Roni kembali diangkat berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 2015. (Muhammad Ridwan)

21:18 WIB

Dirut Bank Mandiri Raih Penghargaan The Best CEO Bank

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Kartika Wirjoatmodjo mendapat penghargaan khusus sebagai the best CEO bank di Bisnis Indonesia Finance Award 2019.

Pria yang kerap disapa Tiko ini telah menjabat sebagai Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sejak 2016.  Saat itu, Tiko dipercaya menjabat Direktur Utama Bank Mandiri menggantikan Budi Gunadi Sadikin yang pensiun.

Sebelum menjabat Direktur Utama, Tiko telah bekerja di Bank Mandiri sebagai Direktur Strategi dan Keuangan pada 2015-2016. Dia juga pernah menjabat sebagai Kepala Departemen Strategi dan Analisis Finansial Bank Mandiri.

Pria kelahiran 1973 ini mengawali karirnya di industri perbankan dengan menjadi analis kreditt pada Industrial Bank of Japan pada 1996. Setelah itu, ia bergabung dengan Bank Mandiri dan menjadi Managing Director di PT Mandiri Sekuritas.

Selama memimpin Bank Mandiri, Tiko sukses membawa perseroan mencatat perolehan laba yang konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Buktinya, pada akhir 2018 lalu Bank Mandiri berhasil meningkatkan laba bersih hingga 21,2 persen secara year-on-year (yoy).

Laba perseroan terus tumbuh di atas di kisaran dua digit setelah pada 2017 keuntungan bersih Bank Mandiri naik 53,09 persen.

Keberhasilan Bank Mandiri meningkatkan laba bersih didukung kenaikan pendapatan fee based income sebesar 20,1 persen di periode yang sama. Sebelumnya, fee based income Bank Mandiri tumbuh 14,72 persen di akhir 2017.

Selama Tiko memimpin Bank Mandiri, emiten berkode BMRI ini juga sukses menaikkan dana pihak ketiga (DPK) yang mereka kelola. Hingga akhir semester I/2019 nilai DPK kelolaan Bank Mandiri tumbuh 5 persen secara yoy menjadi Rp843,2 triliun.

Tiko juga memimpin Bank Mandiri menyalurkan pembiayaan hingga mencapai angka Rp835,1 triliun pada penghujung Juni 2019. Angka ini naik 9,52 persen yoy.

Catatan mengesankan lain muncul dari nilai aset yang dimiliki Bank Mandiri pasca Tiko menjadi Direktur Utama. Nilai aset Mandiri hingga akhir semester I/2019 tumbuh 6,92 persen menjadi Rp1.235 triliun.

Sebelumnya, Tiko berhasil meningkatkan nilai aset Bank Mandiri hingga menembus Rp1.000 triliun per akhir semester I/2018. Ini merupakan capaian baru bank pelat merah tersebut. (Lalu Rahadian)

21:15 WIB

BNI Life Raih The Most Trusted and Outstanding Life Insurance In Investment

Bisnis Indonesia memberikan penghargaan khusus kepada PT BNI Life Insurance sebagai The Most Trusted and outstanding Life Insurance In Investment dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

BNI Life mencatatkan hasil investasi yang terjaga sepanjang 2018, saat industri menghadapi gonjang-ganjing akibat kondisi pasar modal yang menantang.

Berdasarkan laporan keuangan 2018 audited, BNI Life tercatat meningkatkan investasi pada instrumen deposito dan obligasi untuk menjaga kinerja investasi. Investasi deposito pada 2018 tercatat senilai Rp1,32 triliun atau meningkat 43,79 persen (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan 2017 senilai Rp921,5 miliar.

Padahal, pada 2017, deposito tercatat menurun 17,7 persen (yoy) dibandingkan dengan 2016 senilai Rp1,12 triliun. Hal serupa pun terjadi pada instrumen obligasi yang ditingkatkan 33,2 persen (yoy) pada 2018, padahal jumlahnya menurun 11,4 persen (yoy) pada 2017.

Instrumen obligasi pada 2018 tercatat senilai Rp2,67 triliun, sedangkan pada 2017 jumlahnya sebesar Rp2 triliun, dan pada 2016 mencapai Rp2,26 triliun. Langkah tersebut bersama beberapa penyesuaian lainnya membuat kinerja investasi BNI Life tetap terjaga di tengah kondisi industri yang menantang.

Pada 2018, nilai investasi perseroan tercatat senilai Rp14,43 triliun atau tumbuh 1,34 persen (yoy) dibandingkan dengan 2017 senilai Rp14,24 triliun. Adapun, capaian 2017 tersebut tercatat meningkat 28,07 persen (yoy) dari 2016 senilai Rp11,12 triliun.

Hasil investasi pada 2018 senilai Rp480,22 miliar tercatat menurun 62,13 persen (yoy) dibandingkan dengan 2017 senilai Rp1,26 triliun. Kinerja pasar modal yang menantang menekan hasil investasi pada 2018, padahal, pada 2017 hasil investasi tercatat meningkat 33,05 persen (yoy) dari 2016 senilai Rp953,14 miliar.

Capaian hasil investasi BNI Life pada 2018 berada di atas kondisi hasil investasi yang menantang. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), hasil investasi industri pada 2018 senilai Rp7,8 triliun terperosok hingga 84,4 persen (yoy) dari 2017 senilai Rp50,19 triliun. (Nindya Aldila)

21:12 WIB

Kinerja Terbaik Asuransi Jiwa Kategori Kecil : Asuransi Kresna Mitra

PT Asuransi Kresna Mitra Tbk. meraih penghargaan sebagai perusahaan asuransi jiwa dengan kinerja terbaik dari kategori kecil dalam kategori.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba hingga 32,52 persen (year-on-year/yoy) pada 2018, terus meningkat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan audited, perusahaan dengan kode emiten ASMI tersebut mencatatkan laba Rp69,9 miliar pada 2018. Jumlahnya meningkat dibandingkan dengan 2017 senilai Rp52,74 miliar.

Laba 2017 itu pun tercatat tumbuh 26,31 persen (yoy) dibandingkan dengan 2016 senilai Rp41,75 miliar. Pertumbuhan laba perseroan didorong oleh meningkatnya premi tahun ke tahun.

Pada 2016, premi ASMI tercatat senilai Rp297,37 miliar dan tumbuh 7,57 persen (yoy) pada 2017 menjadi Rp319,89 miliar. Lalu, pada 2018, premi yang dikumpulkan perseroan terus tumbuh hingga 7,33 persen menjadi Rp343,35 miliar. (Nindya Aldila)

21:05 WIB

BRI Sabet Penghargaan Best Performance BUKU IV

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyabet penghargaan Best Performance bank umum kelompok usaha (BUKU) IV. Bank pelat merah ini dinilai memiliki kinerja paling baik di antara 5 bank bermodal inti lebih dari Rp30 triliun yang masuk nominasi.

Saat ini sebanyak 6 bank tergolong BUKU IV. Satu bank tidak lolos ke dalam perhitungan dikarenakan rasio likuiditas atau loan to financing ratio (LFR) yang terlalu tinggi.

Kinerja keuangan terbaik dihitung berdasarkan beberapa Indikator, yaitu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), kredit, dan profitablitas.

Sebelum mengukur kinerja keuangan, bank harus lolos penyaringan awal, yaitu rasio kecukupan modal lebih dari 14 persen, rasio kredit bermasalah kurang dari 5 persen, dan LFR antara 78 persen hingga 92 persen.

Adapun per Desember 2018 BRI mencatat pembukuan laba bersih naik 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp32,4 triliun. Pertumbuhan laba bersih ini lebih tinggi dibanding akhir 2017 yang mencapai 10,7 persen.

Pertumbuhan signifikan laba bersih BRI diakibatkan melajunya pembiayaan bank BUMN ini. Hingga akhir 2018 BRI berhasil menyalurkan kredit Rp843,6 triliun atau tumbuh 14,1 persen dibanding akhir 2017.

Tak hanya itu, laba bersih BRI juga meningkat tajam lantaran adanya pertumbuhan fee based income hingga 22,7 persen yoy menjadi Rp23,4 triliun. Sebelumnya, fee based income BRI tumbuh 13,2 persen pada penghujung 2017.

Jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang dikelola emiten berkode BBRI hingga akhir 2018 berjumlah Rp944,3 triliun. Nilai ini tumbuh 12,2 persen secara yoy. Sejak 2016, DPK yang dikelola BRI selalu tumbuh signifikan. (Muhammad Khadafi)

21:03 WIB

Bank Kinerja Terbaik BUKU III : BNP Paribas

PT Bank BNP Paribas Indonesia menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU III) terbaik dari sisi kinerja. Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 memberikan perusahaan penghargaan Best Performance bank bermodal inti Rp5 triliun hingga Rp30 triliun.

Buku III sebanyak 23 Bank, 5 diantaranya tidak masuk dalam perhitungan dikarenakan nilai CAR, NPL Gross dan LFR yang tidak lolos screening.

Adapun berdasarkan laporan publikasi, BNP membukan pertumbuhan yang solid dalam tiga tahun terakhir. Teranyar, per Maret 2019, laba perusahaan naik 81,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp178,3 miliar.

Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) menjadi satu pendorong. Selisih bunga kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tumbuh 51,24 persen yoy menjadi Rp158,5 miliar.

Pada tahun lalu, laba bank sempat tergerus. BNP Paribas mencatat laba turun 34,9 persen yoy menjadi Rp247,2 miliar. Kendati demikian pada periode itu bank campuran ini berhasil naik kelas menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) III per September 2018.

Perusahaan induk menyuntikan dana sebesar Rp2,8 triliun. Hal ini pun membuat modal inti perseroan naik lebih dari dua kali lipat menjadi Rp5,27 triliun.

Sementara itu pada 2017, perusahaan membukan laba bersih Rp380,1 miliar atau naik 34,5 persen yoy. Realisasi ini dicapai dengan posisi net interest margin (NIM) 2,3 persen. (Muhammad Khadafi)

21:01 WIB

Bank Kinerja Terbaik BUKU II : Bank Mandiri Taspen

PT Bank Mandiri Taspen (Mantap) menyabet penghargaan sebagai Best Performance bank umum kelompok usaha (BUKU) II pada Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019.

Anak usaha PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. ini mengalahkan 26 bank bermodal inti Rp1 triliun hingga Rp5 triliun yang masuk dalam radar penilaian.

Saat ini sebanyak 33 bank di Indonesia tergolong BUKU II. Sebanyak tujuh bank tidak masuk dalam radar perhitungan dewan juri BIFA 2019, karena rasio NPL dan LFR yang tidak sesuai kriteria awal.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, kinerja keuangan terbaik dihitung berdasarkan beberapa Indikator, yaitu pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK), kredit, dan profitablitas.

Sebelum mengukur kinerja keuangan, bank harus lolos penyaringan awal, yaitu rasio kecukupan modal lebih dari 14 persen, rasio kredit bermasalah kurang dari 5 persen, dan LFR antara 78 persen hingga 92 persen.

Adapun jumlah kredit yang disalurkan Bank Mantap per Desember 2018 naik 48 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp15,5 triliun. Pada periode yang sama dana pihak ketiga (DPK) naik 56,8 persen yoy menjadi Rp15,3 triliun. (Muhammad Khadafi)

20:59 WIB

Bank Kinerja Terbaik BUKU I : Bank Bisnis Internasional

PT Bank Bisnis Internasional menjadi bank umum kelompok usaha (BUKU) I dengan kinerja terbaik pada Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019.

Selama 3 tahun terakhir, Bank Bisnis mencetak pertumbuhan kredit sebesar dua digit. Pada penghujung 2018, fungsi intermediasi perusahaan naik 15,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp545,99 miliar.

Sebelumnya pada 2017 portfolio kredit bank tumbuh 10,1 persen yoy atau menjadi Rp474,54 miliar. Tahun sebelumnya, Bank Bisnis pun mencatat pertumbuhan dua digit, atau 15,7 persen yoy menjadi 372,59 miliar.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK), pada tahun lalu, bank berhasil memperbaiki kinerja. Setelah merosot 0,5 persen yoy per Desember 2017, bank tutup buku 2018 dengan pertumbuhan 12,8 persen yoy, atau menjadi Rp442,84 miliar.

Akselerasi pertumbuhan bank pun terlihat pada rasio profitabilias. Secara konsisten, tingkat pengembalian aset atau return on asset (ROA) bank naik dari 2,49 persen menjadi 3,84 persen sejak 2016 hingga 2018. (Muhammad Khadafi)

20:57 WIB

BNI Syariah Menjadi Bank Syariah Berkinerja Terbaik

PT Bank BNI Syariah menjadi bank dengan kinerja terbaik tahun ini. Bisnis Indoensia Financial Award (BIFA) 2019 memberikan penghargaan The Best Performance Bank untuk kategori bank syariah.

Sepanjang tahun lalu BNI Syariah tahun lalu mencatata pertumbuhan pembiayaan 19,93 persen yoy menjadi Rp28,3 triliun. Sementara DPK juga tumbuh 20,82 persen yoy menjadi Rp35,5 triliun.

Pada 2017, bank juga mencatatkan peningkatan perolehan laba bersih 10,6 persen menjadi Rp306,68 miliar dari perolehan 2016 sebesar Rp277,37 miliar.

Selanjutnya, dari sisi pembiayaan sudah tersalurkan Rp23,6 triliun, meningkat 15,14 persen. Penghimpunan DPK mencapai Rp29,38 triliun, meningkat 21,2 persen.

Pada tahun lalu aset BNI Syariah tumbuh 17,88 persen yoy menjadi Rp41,05 triliun dari periode yang sama pada 2017 Rp34,82 triliun. Sementara aset 2017 itu juga meningkat 23 persen dari perolehan 2016. (Muhammad Khadafi)

20:52 WIB

Bank Sulselbar Jadi BPD Kinerja Terbaik

PT Bank Pembangunan Daerah Sulselbar meraih penghargaan The Best performance Bank bank pembangunan daerah pada Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019.

Bank menunjukkan performa positif sepanjang semester pertama tahun ini. Kredit per Juni 2019 tercatat Rp16,09 triliun, tumbuh 13,55 persen (year-on-year/yoy).

Perseroan juga mampu meningkatkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) serta meningkatkan porsi dana murahnya. Pada Juni tahun ini, total DPK tercatat Rp17,36 triliun naik 14,36 persen dari periode sama tahun lalu. Sementara itu, rasio dana murah (current account and savings account/CASA) per Juni 2019 tercatat naik 765 basis poin menjadi 68,78 persen.

Tren ini menjadi motor utama bagi perseroan untuk dapat mempertahankan laba bersih Rp283,05 miliar pada paruh pertama tahun ini.

Jika ditelisik lebih lanjut, kinerja fungsi positif perseroan ini merupakan lanjutan tahun 2018. Kredit dan dana pihak ketiga masing-masing tumbuh 14,08 persen (year-on-year/yoy) menjadi Rp15,23 triliun, dan 14,48 persen yoy menjadi Rp12,65 triliun. (Muhammad Khadafi

20:50 WIB

The Most Efficient Bank BUKU IV : Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. meraih penghargaan sebagai the most efficient bank untuk kategori bank BUKU IV di Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2019.

Bank Mandiri sukses mencatat rasio net interest margin (NIM) mereka di atas 5 persen sepanjang 3 tahun terakhir. Pada akhir 2018, rasio NIM Bank Mandiri ada di angka 5,7 persen.

Emiten berkode BMRI ini juga mampu menurunkan rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO). Pada akhir Juni 2019, rasio BOPO Bank Mandiri turun 51 basis poin (bps) menjadi 66,58 persen secara yoy. Penurunan ini konsisten terjadi sejak tiga tahun terakhir.

Tak hanya menurunkan rasio BOPO, nilai aset Mandiri juga tercatat terus bertambah. Pada akhir semester I/2019 aset Bank Mandiri tumbuh 6,92 persen menjadi Rp1.235 triliun. 

Terakhir, Bank Mandiri berhasil menjaga nilai beban operasional sehingga pada Juni 2019 mencapai Rp18,37 triliun. Pengeluaran ini bisa ditutupi pendapatan operasional yang tumbuh 3,2 persen secara yoy menjadi Rp42,26 triliun. (Lalu Rahadian)

20:48 WIB

The Most Efficient Bank BUKU III : Bank KEB Hana Indonesia

PT Bank KEB Hana Indonesia meraih penghargaan sebagai the most efficient bank untuk kategori bank BUKU III di Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2019.

Bank KEB Hana Indonesia mencatat tren peningkatan pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) sejak 3 tahun terakhir. Data terakhir perseroan, NII tercatat sebesar Rp1,52 triliun atau tumbuh 15,57 persen secara tahunan (year on year/yoy) menutup 2018.

Aset bank juga mengalami pertumbuhan positif, tercatat peningkatan dari Rp39,26 triliun pada 2017 menjadi Rp46,20 triliun pada 2018 atau naik 17,67 persen yoy.

Hal tersebut ditopang oleh penyaluran kredit yang melaju positif. Pada 2018, kredit bank tersalurkan sebesar Rp35,26 triliun atau tumbuh 15,27 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, himpunan dana masyarakat bank turut mengalami pertumbuhan dua digit, yaitu naik 15,27 persen dari Rp21,77 triliun pada 2017 menjadi Rp25,10 triliun pada 2018. (Lalu Rahadian)

20:46 WIB

The Most Efficient Bank BUKU II : Bank Commonwealth

Bank Commonwealth meraih penghargaan sebagai The Most Efficient Bank untuk kategori bank BUKU II di Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2019.

Bank ini mencatatkan penurunan net interest margin atau NIM menjadi 5,08 persen dari periode 2017 5,14 persen. Angka itu juga lebih kecil dari periode 2016 sebesar 5,86 persen.

Sementara itu Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional atau BOPO meningkat menjadi 98,77 persen per Desember 2018 dari posisi 95,13 persen per Desember 2017. Meski demikian, level BOPO di atas lebih kecil dari 2016 yang berada di level 128,27 persen.

Adapun dari Return on Asset atau RoA turun menjadi 0,37 persen per Desember 2018 dari posisi 0,52 persen per Desember 2017. Angka itu juga sangat membaik dari periode 2016 yang -2,80 persen.

Dari sisi Return on Equity atau RoE turun 1,35 persen per Desember 2018 dari level 2,33 persen per Desember 2017. Namun, sama halnya RoA, RoE itu juga sangat lebih baik jika dibanding periode 2016 yang -12,02 persen.

Secara keseluruhan Commonwealth Bank yang dimiliki oleh Commonwealth Bank of Australia mulai tercatat mampu membalikkan kondisi kerugian yang terjadi pada 2015 dan 2016.

Dalam laporan per akhir Desember 2018, Commonwealth mencetak laba bersih Rp49,07 miliar. Pencetakan laba tersebut masih turun bila dibandingkan dengan 2017 yang mencapai Rp78,57 miliar atau terpaut 37,54 persen.

Akan tetapi, kondisinya mulai membaik dibandingkan dengan pada 2015 dan 2016 ketika perseroan membukukan rugi masing-masing Rp436,06 miliar dan Rp59,99 miliar. (Lalu Rahadian)

20:43 WIB

The Most Efficient Bank Kategori BUKU I : Bank Fama International

PT Bank Fama International meraih penghargaan sebagai the most efficient bank untuk kategori bank BUKU I di Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2019.

PT Bank Fama Internasional menjaga rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) dengan efisiensi beban tenaga kerja.

Setelah tumbuh 24,0 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) per Desember 2017, Bank Fama menekan beban tenaga kerja sebesar 7,5 persen yoy menjadi Rp18,59 miliar dari sebelumnya Rp20,09 miliar.

Hal itu pun membuat rasio BOPO perusahaan turun 376 basis poin (bps) menjadi 79,30 persen pada penghujung 2018. Sebelumnya, atau pada 2017 rasio BOPO bank naik 40 bps dibandingkan dengan posisi 2016, atau dari 82,66 persen menjadi 83,06 persen.

Adapun turunnya beban tenaga kerja pada 2018 tidak membuat fungsi intermediasi bank surut. Per Desember 2018 kredit bank naik 7,6 persen yoy menjadi Rp862,75 triliun.

Sebelumnya, saat beban tenaga kerja naik pada 2017, penyaluran dana bank malah merosot. Bank Fama menutup 2017 dengan portofolio kredit turun 8,6 persen yoy menjadi Rp802,11 triliun. (Lalu Rahadian)

20:41 WIB

The Most Efficient Bank Kategori Syariah : Panin Dubai Syariah

PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. meraih penghargaan sebagai The Most Efficient Bank untuk kategori Bank Syariah di Bisnis Indonesia Finance Award (BIFA) 2019.

Bank Panin Dubai Syariah mencatat perbaikan kinerja pada tahun 2018, tercermin dari laba bersih bank yang naik sebesar Rp20,78 miliar.

Perbaikan kinerja juga tercermin dari peningkatan rasio return on assets (ROA) menjadi 0,26 persen pada 2018 dari tahun sebelumnya yang tercatat turun sebesar 10,77 persen.

Rasio return on equity bank juga mengalami peningkatan, dari yang sebelumnya tercatat turun 94,01 persen pada 2017 meningkat di level 1,45 persen pada 2018.

Di samping itu, rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional bank menurun signifikan, dari 217,44 persen pada 2017 menjadi 99,57 persen pada 2018.

Aset bank turut mengalami peningkatan, tercatat sebesar Rp8,77 triliun pada 2018 atau naik 1,65 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. (Lalu Rahadian)

20:37 WIB

BPD Sulawesi Tenggara Raih The Most Efficient Bank

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sulawesi Tenggara meraih penghargaan sebagai The Most Efficient Bank untuk kategori Bank Pembangunan Daerah.

BPD Sulawesi Tenggara menunjukkan performa yang memuaskan dalam hal efisiensi. Pada paruh pertama tahun ini, rasio BOPO perseroan berada pada posisi 74,53 persen naik 513 basis poin dari periode sama tahun lalu. 

Akan tetapi, posisi BOPO ini juga lebih rendah dibandingkan dengan bank umum yang sudah 80,24 persen. BOPO yang tergolong landai ini dimotori oleh komponen pendapatan bunga yang naik 19,88 persen yoy menjadi Rp546,52 miliar.

Rasio non performing loan (NPL) gross yang terjaga di posisi 1,64 persen juga membuat tekanan dari peningkatan beban pencadangan juga tidak terlalu besar pada paruh pertama tahun ini. Beban pencadangan kredit tercatat Rp74,35 miliar dari total kredit Rp6,07 triliun.

Jika ditelisik tahun-tahun sebelumnya, efisiensi perseroan terlihat terjaga. Rasio BOPO pada 2016 berada di 73,42 persen, 2017 berada di 73,49 persen dan 2018 berada di 69,19 persen. (Lalu Rahadian)

20:34 WIB

Tugu Pratama, Asuransi Umum Berkinerja Terbaik Kategori Aset Besar

PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk. (Tugu Insurance) berhasil meraih pengharagaan sebagai perusahaan asuransi umum dengan kinerja terbaik dalam kategori aset besar.

Berdasarkan laporan keuangan audited perseroan, pertumbuhan klaim pada 2018 tercatat sebesar 1,04 persen (year-on-year/yoy) senilai US$123,74 juta dari 2017 senilai US$122,45 juta.

Sebelumnya, pada 2017, pertumbuhan klaim perusahaan dengan kode emiten TUGU tersebut mencapai 17,23 persen (yoy) dari 2016 senilai US$104,45 juta.

Penurunan klaim tersebut mendorong kinerja perseroan saat premi mencatatkan perlambatan. Pada 2016, premi TUGU mencapai US$252,02 juta dan meningkat 60,34 persen (yoy) pada 2017 menjadi US$404,12 juta, kemudian menurun 11,85 persen (yoy) pada 2018 menjadi US$356,21 juta. (Nindya Aldila)

20:29 WIB

China Taiping Insurance Indonesia Raih Best Performance General Insurance

PT China Taiping Insurance Indonesia terpilih menjadi pemenang best perfomance general insurance dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

China Taiping Insurance masuk dalam kategori sebagai perusahaan asuransi umum kecil dengan premi di bawah Rp500 miliar. Perusahaan membukukan pertumbuhan laba secara konsisten dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2017, laba perusahaan tercatat mencapai Rp9,32 miliar, tumbuh 101,73 persen dari laba pada 2016 sebesar Rp4,62 miliar. Lalu pada 2018, China Taiping membukukan laba sebesar Rp17,55 miliar, yang artinya tumbuh sebesar 88,30 persen (year-on-year).

Hal ini diikuti dengan pertumbuhan premi bruto yang berturut terus naik pada 2016 -- 2018, yakni Rp379,36 miliar, Rp367,27 miliar, dan Rp411,40 miliar. Dengan demikian, pertumbuhan sejak 2016 ke 2018 telah mencapai 8,44 persen.

Adapun dari sisi pendapatan underwriting, perusahaan mencatatkan pertumbuhan cukup signifikan menjadi Rp97,03 miliar pada 2018, atau tumbuh 35,76 persen. Sementara pada 2017, pertumbuhan tercatat 22,78 persen jika dibandingkan dengan pendapatan underwriting pada 2016 sebesar Rp58,21 miliar.

Sementara beban usaha terus menanjak dalam tiga tahun terakhir, yakni Rp38,48 miliar pada 2016 menjadi Rp42,73 miliar, naik 11,04 persen. Lalu pada 2018 naik lagi menjadi Rp60,17 miliar. (Nindya Aldila)

20:27 WIB

Wanaartha Life Raih The Best Performance Insurance Kategori Asuransi Jiwa

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha atau WanaArtha Life meraih penghargaan sebagai the best performance dari perusahaan asuransi jiwa kategori menengah dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

Wanaartha Life mencatatkan pertumbuhan laba yang kian meroket sejak 2016. Berdasarkan laporan keuangan audited perseroan, pada 2016 laba WanaArtha Life tercatat sebesar Rp169 miliar. Jumlah tersebut meningkat 20,05 persen (year-on-year/yoy) pada 2017 menjadi Rp202,89 miliar.

Pada 2018, laba perseroan meroket hingga 94,47 persen (yoy) menjadi Rp394,57 miliar. Hal tersebut di antaranya didorong oleh hasil investasi yang terus tumbuh.

Pada 2016, hasil investasi perseroan mencapai Rp406,58 miliar lalu meningkat 68,84 persen (yoy) pada 2017 menjadi Rp686,49 miliar. Pada 2018, hasil investasi tumbuh 90,9 persen (yoy) menjadi Rp1,31 triliun. (Nindya Aldila)

20:24 WIB

Staco Estika Sedaya Finance Terpilih Sebagai The Best Performance Multifinance

Bisnis.com, JAKARTA - PT Staco Estika Sedaya Finance terpilih sebagai The Best Performance Multifinance pada malam apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

Staco Estika Sedaya Finance keluar menjadi yang terbaik dari 81 perusahaan multifance kategori  kecil atau perusahaan yang memiliki aset kurang dari Rp2,5 triliun yang lolos seleksi.

Adapun, Staco Estika Sedaya Finance mencatatkan kenaikan nilai aset senilai 7,14 persen menjadi Rp148,02 miliar pada 2018 dibandingkan dengan aset 2017 senilai Rp138,15 miliar. 

Kendati demikian, laba perusahaan tercatat menurun 1,49 persen menjadi Rp14,58 miliar pada 2018 jika dibandingkan dengan capaian pada 2017 senilai Rp14,80 miliar.

Pada 2018, Anak perusahaan Astra Credit Companies ini membukukan kenaikan pendapatan menjadi senilai Rp24,67 miliar, tumbuh 2,49 persen dibandingkan dengan 2017 senilai Rp24,07 miliar. 

Pembiayaan konsumen masih menjadi kontributor utama dari bisnis perusahaan yang mencapai 87,27 persen yang senilai Rp21,53 miliar. (Muhammad Ridwan)

20:21 WIB

BCA Finance Raih The Best Performance Multifinance Kategori Menengah

Bisnis.com, JAKARTA - PT BCA Finance menerima penghargaan The Best Performance Multifinance pada malam apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

PT BCA Finance memenangkan penghargaan pada kategori perusahaan multifinance kelas menengah.

Adapun, penghargaan tersebut setelah melalui proses seleksi atas 27 perusahaan multifance kelas menengah atau perusahaan multifinance yang memiliki aset antara Rp2,5 triliun-Rp 10 triliun.

BCA Finance membukukan pertumbuhan laba pada 2018 menjadi Rp1,60 triliun, tumbuh 10,34 persen dibandingkan pada 2017 senilai Rp1,45 triliun.

Pada 2017, perusahaan juga membukukan pertumbuhan laba sebesar 27,19 persen dibandingkan pada 2016 senilai Rp1,14 triliun.

Aset perusahaan sempat agak turun sebesar 3,67 persen pada 2018 menjadi Rp8,13 triliun, pendapatan perusahaan terus menunjukkan pertumbuhan. Pada 2018, pendapatan usaha BCA Finance mencapai Rp3,38 triliun, naik 8,33 persen dibandingkan dengan 2017 senilai Rp3,12 triliun. 

Sementara pada 2016, pendapatan tercatat senilai Rp2,64 triliun, artinya tumbuh 18,18 persen pada 2017.  

Pertumbuhan perusahaan juga tercermin dari return of average assets (ROAA) perusahaan yang terus menunjukkan peningkatan. Sejak 2016 -- 2018, berturut-turut ROAA perusahaan mencapai 15,21 persen, 24,80 persen, dan 28,91 persen.

Dengan membaiknya kondisi perusahaan, jaringan usaha BCA Finance, terus meluas. Hingga 2018, jaringan usaha perusahaan telah mencapai 67 kantor. (Muhammad Ridwan)

20:16 WIB

FIF Sabet Penghargaan The Best Performance Multifinance

PT Federal International Finance menyabet penghargaan The Best Performance Multifinance pada Bisnis Indonesia Financial Award 2019.

PT Federal International Finance mendapatkan penghargaan pada kategori perusahaan multifinance besar atau perusahaan yang memiliki aset lebih dari Rp1 triliun.

Pada Desember 2018, laba FIF mencapai Rp2,31 triliun, melesat 16,08 persen jika dibandingkan dengan 2017. Adapun pada 2017, laba FIF senilai Rp1,99 triliun, tumbuh 10,55 persen dibandingkan dengan laba pada 2016 senilai Rp1,80 triliun.

Pendapatan perusahaan juga terus terkerek sejak 2016 -- 2018 yang berturut-turut mencapai Rp8,32 triliun, Rp8,59 triliun, dan Rp9,46 triliun. Artinya, pada 2017 pendapatan naik 3,24 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan pada 2018 naik 10,13 persen dibandingkan dengan 2016. 

Hal tersebut lantas mendongkrak aset perusahaan. Posisi Desember 2018, aset FIF mencapai Rp33,80 triliun, tumbuh 9,92 persen dibanding 2017. Capaian laba pada 2017 tumbuh 4,56 persen dibandingkan dengan laba pada 2016 senilai Rp29,41 triliun. 

Return of asset (ROA) perusahaan tercatat terus membaik. Pada 2016 -- 2018, ROA perusahaan pembiayaan di bawah grup Astra ini berturut-turut 6,1 persen, 6,5 persen, dan 6,9 persen. (Muhammad Ridwan)

20:12 WIB

Pemenang BIFA 2019 Telah Melalui Proses Seleksi Ketat

Chairman Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD) Sigit Pramono mengatakan bahwa seluruh pemenang Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 telah melaui proses seleksi yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebanyak lima orang menjadi dewan juri pada tahun ini.

Satu di antaranya adalah Destri Damayanti yang belum lama ini terpilih sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia. Selain Destri, juga ada Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi Hotbonar Sinaga, Direktur Pemberitaan Harian Bisnis Indonesia Arif Budisusilo, dan Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno.

“Seleksi BIFA ini kami mengandalkan kekuatan dari teman2 bisnis indonesia. kami yakin data-data awal mengenai calon-calon yang akan dinominasikan itu sangat valid dan memang mencerminkan sesuai kriteria yang kami berikan,” katanya dalam sambutan BIFA 2019 di Raffles Hotel, Jakarta, Jumat (20/9/2019).

Sigit dalam kesempatan tersebut juga menyampaikan selamat kepada para pemenang dari industri perbankan dan industri keuangan nonbank. Dia berharap bagi para perusahaan yang belum beruntung dapat terus memacu kinerja untuk bersaing pada tahun-tahun berikutnya. (Muhammad Khadafi)

Ketua Dewan Juri Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) Sigit Pramono memberikan sambutan saat acara Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 di Jakarta, Jumat (20/9). Pada BIFA 2019, akan ada 5 penghargaan yang diberikan untuk para pelaku industri keuangan di Indonesia. Kelima penghargaan ini adalah The Most Efficient Bank, The Best Performance Bank, The Best Performance Insurance - Asuransi Jiwa, The Best Performance Insurance - Asuransi Umum, dan The Best Performance Multifinance./JIBI/Bisnis-Himawan L Nugraha

19:58 WIB

Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Jelaskan Alasan Penyelenggaraan BIFA 2019

Acara penganugerahan BIFA 2019 dibuka dengan penayangan video yang menampilkan sejarah perjalanan Bisnis Indonesia. Setelah itu, Presiden Komisaris Bisnis Indonesia Hariyadi Sukamdani menyampaikan kata sambutannya dari atas panggung.

Hariyadi menyapa seluruh tamu undangan yang hadir, para juri, dan segenap keluarga besar Bisnis Indonesia. Hariyadi juga mengungkit kondisi perekonomian makro saat ini yang membuat pelaku industri keuangan harus teliti memanfaatkan momentum untuk berekspansi.

“Tentu sebagai entitas bisnis perusahaan jasa keuangan memerlukan inovasi tiada henti, tata kelola yang baik serta model bisnis yang dinamis sehingga roda usaha bisa terus melaju berkesinambungan dan memberikan hasil akhir yang baik,” ujar Hariyadi di Raffles Hotel, Jakarta, Jumat (20/9/2019). (Lalu Rahadian)

19:43 WIB

Malam Apresiasi BIFA 2019 Dibuka

Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 telah dibuka.

Pada BIFA 2019, akan ada 5 penghargaan yang diberikan untuk para pelaku industri keuangan di Indonesia. Kelima penghargaan ini adalah The Most Efficient Bank, The Best Performance Bank, The Best Performance Insurance - Asuransi Jiwa, The Best Performance Insurance - Asuransi Umum, dan The Best Performance Multifinance. (Abdullan Azzam)

18:47 WIB

Malam Apresisi BIFA 2019 Segera Dimulai

Malam Apresiasi Bisnis Indonesia Financial Award (BIFA) 2019 segera dimulai pukul 19.00 WIB. Saat ini tengah berlangsung sesi pendaftaran tamu undangan dan makan malam.

Pada BIFA 2019, akan ada 5 penghargaan yang diberikan untuk para pelaku industri keuangan di Indonesia.

Kelima penghargaan ini adalah The Most Efficient Bank, The Best Performance Bank, The Best Performance Insurance - Asuransi Jiwa, The Best Performance Insurance - Asuransi Umum, dan The Best Performance Multifinance.

Nominasi dan para penerima penghargaan di BIFA tahun ini adalah perusahaan finansial yang dianggap berhasil menorehkan kinerja dan prestasi gemilang, serta memiliki konsistensi untuk senantiasa berada dalam koridor praktik berbisnis yang baik. (Lalu Rahadian)

Tag : BIFA 2019, bisnis indonesia
Editor : Akhirul Anwar

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top