Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

4 Cara Mengatasi Risiko Investasi di P2P Lending Indonesia

“High risk, high return” merupakan sebuah istilah yang sering digunakan di dunia investasi.
MediaDigital
MediaDigital - Bisnis.com 15 Oktober 2019  |  08:55 WIB
4 Cara Mengatasi Risiko Investasi di P2P Lending Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - “High risk, high return” merupakan sebuah istilah yang sering digunakan di dunia investasi.

Artinya, semakin tinggi risiko dalam sebuah investasi, maka semakin tinggi pula imbal hasil yang didapatkan.

Namun, tiap investor terus berlomba-lomba untuk meraih imbal hasil tertinggi dengan risiko paling kecil.

Peer-to-peer Lending merupakan salah satu alternatif investasi yang sedang berkembang di era digital saat ini.

Menggunakan konsep crowdfunding, Peer-to-peer Lending atau biasa disingkat P2P Lending, menghubungkan pengembang dana (pemberi dana/lender) dengan peminjam (borrower).

Dari segi return, P2P Lending dapat terbilang lebih menjanjikan dibandingkan dengan beberapa instrumen pengembangan dana lain, dengan imbal hasil hingga 21% per tahun.

Namun, seperti halnya pengembangan dana lain, P2P Lending tentunya memiliki risiko investasi yang perlu dipertimbangkan.

Maka dari itu, sebelum mulai mengembangkan dana di P2P Lending calon pemberi dana atau lender perlu memahami terlebih dahulu risiko yang ada pada P2P Lending dan cara memitigasi risiko tersebut. 

Risiko yang Ada dalam P2P Lending

  • Tidak dapat Melakukan Penarikan Dana Sesuka Hati

Saat melakukan pendanaan melalui Peer-to-Peer (P2P) Lending, penarikan dana tidak dapat dilakukan secara bebas.

Artinya selama masih dalam jangka waktu pinjaman yang sudah dipilih di awal, lender harus mengikuti jangka waktu tersebut sampai bisa mengambil kembali dananya.

Sebagai contoh, seorang lender memberikan pendanaan kepada UKM yang membutuhkan dana pinjaman dengan tenor 3 bulan.

Lalu, untuk tipe pembayaran pokok pinjaman ada di akhir tenor (bullet payment), maka total pendanaan dan imbal hasil, baru bisa didapatkan di setelah bulan ketiga.

Agar lebih aman, penting untuk memilih kampanye pinjaman dengan  tenor yang sesuai dengan rencana kebutuhan finansial. 

  • Risiko Telat/Gagal

Wajar apabila orang yang melakukan pemberian dana untuk pinjaman takut dengan adanya risiko telat atau gagal bayar dari penerima pinjamannya. 

Karena itu sangat penting sebelum memilih kampanye pinjaman yang akan didanai dengan mencermati terlebih dahulu latar belakang dan laporan keuangan dari peminjam.

Data-data keuangan peminjam tersebut biasanya dapat dilihat langsung  di platform P2P Lending.

  • Risiko Waktu Tunggu

Adanya risiko waktu tunggu ini juga dapat membuat pendanaan yang dilakukan berjalan kurang optimal.

Beberapa platform P2P Lending memberikan waktu kepada peminjam untuk mengumpulkan dana dari berbagai lender di kampanye pinjamannya (proses crowdfunding).

Lender bisa saja memberikan dana pinjaman langsung dari hari pertama kampanye, namun pada umumnya kampanye pinjaman membutuhkan waktu hingga paling lama mencapai 30 hari sampai kebutuhan dana terpenuhi, sehingga ada tenggang waktu dana pinjaman "menganggur" dari waktu yang diberikan hingga kampanye terpenuhi.

Tentunya ini adalah “opportunity cost” yang perlu diperhitungkan.

Cara Mengatasi Risiko di P2P Lending

Setelah mengetahui risiko-risiko di P2P Lending, berikut cara-cara menanggulangi risiko-risiko tersebut:

  • Pilih Platform P2P Lending yang Terpercaya

Demi melakukan proses transaksi pinjaman yang aman, dibutuhkan sebuah platform yang aman dan terpercaya.

Banyaknya kasus penipuan terkait investasi bodong/ilegal yang disebabkan dari pemilihan platform P2P Lending yang tidak cermat.

Calon pemberi pinjaman seringkali tergiur dengan iming-iming imbal hasil yang tinggi.

Karenanya, sebelum melakukan transaksi pastikan terlebih dahulu platform P2P Lending yang aman dan terpercaya.

Per Oktober 2019 ini terdapat 127 perusahaan penyedia platform P2P Lending yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

  • Pilih yang Memiliki Asuransi

Usahakan untuk memilih platform P2P lending yang memiliki proteksi asuransi.

Dengan adanya proteksi asuransi, dana pinjaman akan terlindungi sekalipun pinjamannya mengalami telat maupun gagal bayar.

Pastikan juga persyaratan dan proses klaimnya mudah.

Dari beberapa platform yang berkembang sekarang, tidak banyak platform yang memiliki proteksi asuransi pada proses pemberian pinjaman yang dilakukan lender.

Salah satu platform P2P Lending yang sudah menggunakan proteksi asuransi adalah Akseleran.

Dengan adanya asuransi kredit, pendanaan akan lebih aman, karena segala risiko yang ada dapat ditekan oleh proteksi asuransi.

  • Selalu lakukan Diversifikasi

Atasi risiko dalam investasi dengan melakukan diversifikasi.

Yang dimaksud diversifikasi di sini adalah menyebar pendanaan ke berbagai peluang pinjaman dengan tingkat risiko yang berbeda.

Saat melakukan diversifikasi, data peminjam seperti credit rating, tenor dan highlight keuangan harus diperhatikan, karena sangat berguna untuk menentukan tingkat risiko sebuah pinjaman.

Sebagai contoh bentuk diversifikasi, ada 3 UKM yang membutuhkan pinjaman di sebuah platform P2P Lending.

Lalu, calon lender atau pemberi pinjaman dapat menyebarkan dana tersebut ketiga UKM tersebut yakni ke UKM 1 dengan credit rating B+ senilai Rp500 ribu, UKM 2 dengan credit rating A senilai Rp1.500.000 ribu dan UKM 3 dengan credit rating A+ senilai Rp3.000.000 ribu.

Semakin tinggi credit rating (A+), cenderung semakin rendah risiko maupun imbal hasilnya.

Apabila salah satu UKM mengalami telat maupun gagal bayar, maka setidaknya 2 pendanaan lainnya tetap berjalan optimal.

Tiap investasi tentunya memiliki risiko.

Peer-to-peer lending sebagai salah satu cara mengembangkan dana tentunya juga memiliki risiko.

Namun jangan khawatir, selama tiga hal tersebut diperhatikan pengembangan dana di P2P Lending bisa lebih aman.

Kembangkan dana di P2P Lending Akseleran, dapatkan imbal hasil hingga 21%

Akseleran merupakan salah satu platform P2P Lending yang terdaftar resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menghubungan antara peminjam dana dan UKM di Indonesia.

Melalui Akseleran, calon pemberi dana bisa mendapatkan imbal hasil hingga 21% per tahun dan dapat memulai pendanaan dengan Rp 100 ribu saja.

Apabila ingin mencoba, Akseleran juga memberikan saldo awal senilai Rp 100 ribu untuk pendaftar baru dengan menggunakan kode  BISNISCOM2019 saat mendaftar.

Melakukan pendanaan di Akseleran juga sangat aman karena lebih dari 99% nilai portofolio pinjamannya memiliki agunan dan diproteksi oleh asuransi. Daftar Akseleran dengan unduh aplikasi Akseleran di Google Play atau Apple App Store.

Untuk bertanya terkait pendanaan dapat menghubungi 0811-9300-443 atau untuk pinjaman dana usaha dapat menghubungi 0815-1869-896 atau 0812-8430-0520 atau via email [email protected]

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

akseleran
Editor : MediaDigital

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top