Modal Bank Menengah-kecil Seret, Peluang Asing Masuk Terbuka

Isu permodalan bank menengah dan kecil, yakni bank umum kelompok usaha III ke bawah, dinilai menjadi daya tarik utama masuknya akuisisi asing.
Ipak Ayu H Nurcaya
Ipak Ayu H Nurcaya - Bisnis.com 21 Oktober 2019  |  16:31 WIB
Modal Bank Menengah-kecil Seret, Peluang Asing Masuk Terbuka
Warga melintasi galeri anjungan tunai mandiri (ATM) di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (5/8/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.

Bisnis.com, JAKARTA — Isu permodalan bank menengah dan kecil, yakni bank umum kelompok usaha III ke bawah, dinilai menjadi daya tarik utama masuknya akuisisi asing.

Ketua Perhimpunan Bank Umum Nasional (Perbanas) Kartika Wirjoatmodjo bahkan memproyeksi nantinya dengan kewajiban PSAK 71 banyak pemodal yang tidak mampu memodali bank dalam skala besar. 

Alhasil, dengan kondisi yang harus diakui tersebut bank Indonesia tak sedikit yang mengharap modal dari luar negeri.

"Kalau di Indonesia kan yang dominan memang Himbara, lalu swasta ada BCA dan CIMB Niaga yang juga masih bergabung dengan CIMB Group. Artinya, sekarang bagaimana bank Nasional bisa mempertahankan eksistensinya dan bisa penetrasi market yang efektif ke ritel sehingga tidak bergesekan dengan bank asing," katanya, akhir pekan lalu.

Tiko, sapaan akrabnya, juga menilai umumnya bank asing atau yang mendapat modal asing akan fokus bermain di level kota dan korporasi besar. Alhasil, bank lokal harus mampu bermain di level menengah bawah.

Pasalnya, bagi pria yang juga menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri ini memastikan jika bank lokal bergesekan dengan bank bermodal asing misal dari Jepang maka akan sangat berat.

Tiko menegaskan prinsipnya kerja sama dan sinergi dengan tekfin ke depan adalah hal utama yang harus dilakukan dalam mengarungi persaingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank asing, bank kecil

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top