DATA TERBARU LPS: Pengetatan Likuiditas Masih Membayangi Perbankan

Pertumbuhan dana masyarakat yang masih lebih lambat dibandingkan dengan kredit terus membayangi pengetatan likuiditas perbankan.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 22 Oktober 2019  |  10:50 WIB
DATA TERBARU LPS: Pengetatan Likuiditas Masih Membayangi Perbankan
ilustrasi - www.silverbearcafe.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pertumbuhan dana masyarakat yang masih lebih lambat dibandingkan dengan kredit terus membayangi pengetatan likuiditas perbankan.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menyebutkan rasio intermediasi atau loan to deposits ratio (LDR) perbankan meningkat dari level 93,81% pada Juli 2019 menjadi 94,04% pada Agustus 2019.

"Pertumbuhan kredit secara tahunan perbankan periode Agustus 2019 tumbuh sebesar 8,59% (year-on-year/yoy) sementara DPK tumbuh 7,62% secara yoy," sebut LPS seperti dikutip dari Laporan Indokator Likuiditas, Selasa (22/10/2019).

Namun, LPS memandang perlambatan pada periode tersebut lebih bersifat siklikal dan belum berdampak terhadap kondisi likuiditas perbankan secara serius. 

"Bahkan, pada sebagian kelompok bank menunjukkan kondisi likuiditas yang lebih baik dibandingkan periode sebelumnya," sebutnya.

LPS memproyeksikan laju pertumbuhan DPK akan melanjutkan tren perbaikan, sementara kredit diperkirakan tumbuh secara lebih terukur sejalan dengan strategi bank untuk menjaga kualitas aset dan memperbaiki profitabilitas. 

Ekspansi kredit ke depan potensial dikontribusikan oleh bank besar, sementara untuk bank menengah dan kecil cenderung terbatas tergantung pada perbaikan laju pertumbuhan sisi DPK. 

"Gap pertumbuhan berpotensi menyempit sehingga mengurangi tekanan likuiditas," demikian seperti dikutip laporan tersebut.

Selain itu, adanya tambahan likuiditas dari ekspansi fiskal potensial memperbaiki DPK. 

"Hingga akhir tahun 2019 pertumbuhan kredit dan DPK diperkirakan akan mencapai masing-masing sebesar 11,7% yoy dan 7,4% yoy."

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
lps, likuiditas

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top