Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Laba BCA Tembus Rp20,9 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk. membukukan kinerja yang solid menutup kuartal III/2019, tercermin dari laba bersih meningkat 13% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp20,9 triliun.
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja  memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan
Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja memberikan penjelasan mengenai kinerja keuangan, di Jakarta, Rabu (24/4/2019)./Bisnis-Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk. membukukan kinerja yang solid menutup kuartal III/2019, tercermin dari laba bersih meningkat 13% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp20,9 triliun.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan pencapaian tersebut didukung oleh pencapaian kinerja operasional yang solid. Sejalan dengan pertumbuhan kredit BCA, pendapatan bunga bersih meningkat 12,2% yoy menjadi Rp37,4 triliun.

Sementara itu, pendapatan operasional lainnya naik 19,3% yoy menjadi Rp15 triliun, didorong oleh peningkatan provisi dan komisi yang meningkat 16,3% yoy, serta pendapatan transaksi perdagangan.

"BCA mencatat pertumbuhan kredit di berbagai segmen, serta membukukan peningkatan dana CASA [current account saving account]. Kepercayaan nasabah pada layanan keuangan BCA telah mendukung pencapaian kinerja bisnis BCA yang berkelanjutan," kata Jahja, Senin (28/10/2019).

Pada saat yang sama, penyaluran kredit perseroan tercatat meningkat 10,9% yoy pada kuartal III/2019, sedangkan pembiayaan syariah meningkat 5,9% yoy menjadi Rp5 triliun.

Perseroan pun mampu mencatatkan pertumbuhan himpunan dana masyarakat dua digit, yakni sebesar 10,4% yoy menjadi Rp683,1 triliun.

Pertumbuhan positif dana pihak ketiga (DPK) dikontribusi oleh pertumbuhan deposito yang tercatat meningkat 19,7% yoy menjadi Rp169,2 triliun.

Sementara itu, porsi terbesar masih dikontribusikan oleh dana murah  sebesar 75,2%. CASA tercatat tumbuh 7,6% yoy menjadi Rp513,9 triliun ditopang oleh tingginya pertumbuhan jumlah transaksi, khususnya pada e-channels.

Di sisi lain, Jahja menuturkan, BCA terus mempertahankan rasio keuangan yang solid. Rasio kecukupan modal (capital adequecy ratio/CAR) dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (loan to deposit ratio/LDR) tercatat pada level yang sehat, masing-masingnya tercatat sebesar 23,8% dan 80,6%, serta rasio pengembalian terhadap aset (ROA) tercatat sebesar 4,0%.

"Fokus dalam menjaga posisi likuiditas dan permodalan yang solid serta kualitas kredit yang sehat akan menopang kinerja bisnis BCA secara berkelanjutan. BCA tetap mengembangkan bisnis secara hati-hati, dengan mencermati kondisi lingkungan bisnis namun mengoptimalkan peluang- peluang yang ada," ujar Jahja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Maria Elena

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper