Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirut PPA : Pengelolaan NPL Jadi Sumber Pemasukan Baru

Upaya PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) untuk meningkatkan pengelolaan non performing loan (NPL) bank-bank yang ada merupakan cara untuk mendapat sumber pembiayaan sekaligus menjadikan badan usaha sebagai pusat pengelolaan aset.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 November 2019  |  21:10 WIB

Bisnis.com, BANDUNG - Upaya PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) untuk meningkatkan pengelolaan non performing loan (NPL) bank-bank yang ada merupakan cara untuk mendapat sumber pembiayaan sekaligus menjadikan badan usaha sebagai pusat pengelolaan aset.

Direktur Utama PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) (Persero) Iman Rahman menuturkan, upaya pengelolaan NPL perbankan sebenarnya bukan hal baru yang dilakukan pihaknya. PT PPA telah melakukan beberapa pengelolaan NPL bank-bank sejak 2017 lalu. 

"Kami sudah bergerak di bidang ini, tetapi masih sporadis sifatnya dan hanya dilakukan sesuai kemampuan pendanaan kami," katanya saat ditemui di Bandung, Jawa Barat pada Kamis (14/11/2019) sore.

Menurut Iman, pengelolaan NPL berpotensi menjadi sumber pembiayaan lain bagi PT PPA. Hal ini karena sebagai pengelola aset milik bank, mereka dapat menarik dana dari lembaga-lembaga lain.

Ke depannya, Iman berharap upaya pengelolaan NPL bank-bank dapat menjadikan PT PPA sebagai salah satu perusahaan pengelola aset (asset management company/AMC). Hal tersebut membuat PT PPA dapat menawarkan program pengelolaannya kepada pihak-pihak yang tertarik dan turut membuka sumber pemasukan perusahaan.

Ia mencontohkan, sejumlah negara di Asia sudah memiliki AMC yang bertugas mengelola NPL bank-bank di negara tersebut. Beberapa diantaranya adalah China Cinda Asset Management di China dan Korea Asset Management Corporation (KAMCO). 

"Selama ini, pengelolaan NPL yang kami lakukan dananya berasal dari pinjaman bank. Kami menargetkan dapat menjadi salah satu AMC di Indonesia dalam jangka waktu 2020-2024. Untuk menjadi AMC mungkin perlu dikeluarkan aturan tertentu, seperti dari Peraturan Pemerintah (PP)," imbuhnya. 

Saat ini, PT PPA telah memiliki dua anak perusahaan hasil pengelolaan NPL Bank Mandiri. Keduanya adalah PT Bondi Syad Mulia yang bergerak di bidang galvanizing dan PT Rejeki Inti Logam yang bergerak di bidang usaha aluminium.

Saat ini, pihaknya tengah membicarakan kemungkinan ini dengan tiga bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara). Rencananya, pengelolaan NPL bank sudah dapat dilaksanakan pada 2020 mendatang.

Ia menambahkan, PT PPA juga tidak menutup kemungkinan untuk mengelola NPL milik bank swasta. PT PPA juga tengah melakukan diskusi dengan sejumlah bank swasta terkait kemungkinan tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ppa
Editor : Akhirul Anwar
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top