Tiga Investor Strategis Lirik Jiwasraya Putra, Termasuk Perusahaan Asing

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan bahwa terdapat dua atau tiga perusahaan calon investor strategis Jiwasraya Putra yang berada dalam proses pengajuan penawaran.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 21 November 2019  |  13:10 WIB
Tiga Investor Strategis Lirik Jiwasraya Putra, Termasuk Perusahaan Asing
Pejalan kaki melintas di dekat logo PT Asuransi Jiwasraya, di Jakarta, Jumat (12/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan bahwa terdapat dua atau tiga perusahaan calon investor strategis Jiwasraya Putra yang berada dalam proses pengajuan penawaran.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Pengawas Asuransi OJK Ahmad Nasrullah saat ditemui di sela gelaran Insurance Market Leader Award 2019, Kamis (21/11/2019) di Jakarta.

Dia menjelaskan bahwa saat ini terdapat beberapa perusahaan yang berada dalam proses negosiasi untuk menjadi investor strategis dari anak usaha PT Asuransi Jiwasraya (Persero), Jiwasraya Putra. Anak usaha tersebut dibentuk untuk membantu perbaikan kondisi keuangan induknya.

"Kalau ada berapa pastinya silakan tanya manajemen [Jiwasraya]. Yang saya tahu sih yang ikut bidding ada dua atau tiga, pemenangnya kita lihat siapa nanti," ujar Nasrullah. 

Dari ketiga perusahaan tersebut, menurut Nasrullah, terdapat perusahaan asing yang tertarik dan tengah berproses. Namun, dia tidak menjabarkan berapa jumlah pasti dari perusahaan asing tersebut.

"Kalau [perusahaan asuransi] lokal kan kita tahu kapasitasnya, rasanya ini [ada perusahaan] asing [yang juga tertarik]," ujar dia.

Menurut Nasrullah, investor strategis terpilih akan menjadi pemilik saham mayoritas dari Jiwasraya Putra. Dia hanya menjelaskan bahwa kepemilikan saham tersebut akan berada di atas 50% dan tidak akan mencapai 80%.

Adapun, OJK menyatakan bahwa tidak mengetahui bagaimana posisi dari investor strategis nantinya, apakah berbentuk konsorsium atau setiap investor memiliki saham masing-masing. Yang jelas, Jiwasraya selaku induk usaha tidak akan menjadi pemilik mayoritas saham Jiwasraya Putra. 

Nasrullah menjelaskan bahwa investor strategis tersebut akan menjadi motor penggerak Jiwasraya Putra yang kemudian akan membantu pembenahan kondisi induk usahanya. Dia sendiri menilai bahwa tidak perlu mempermasalahkan perusahaan mana yang kemudian menjadi investor strategis.

"Artinya kita selain perlu kapasitas, modal, kami harapkan itu dari luar bisa masuk karena manajemen segala macam, infrastruktur, IT, itu [investor stragies] akan mengembangkan perusahaan," ujar Nasrullah. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jiwasraya

Editor : Anggi Oktarinda
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top