Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BNI Biayai Pabrik Bahan Peledak Sebesar Rp796 Miliar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan kredit senilai Rp796 miliar kepada PT Kaltim Amonimum Nitrat.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 26 November 2019  |  17:57 WIB
Pemimpin Divisi BUMN dan Institusi Pemerintah BNI Bapak Babas Bastaman (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat Budi Antono (tengah) menandatangani Perjanjian Kredit di Jakarta, Selasa (26/11/2019). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan), Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono (kedua kiri), dan Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kalimantan Timur Satrio Nugroho (kiri). - Bisnis/Istimewa
Pemimpin Divisi BUMN dan Institusi Pemerintah BNI Bapak Babas Bastaman (kedua kanan) dan Direktur Utama PT Kaltim Amonium Nitrat Budi Antono (tengah) menandatangani Perjanjian Kredit di Jakarta, Selasa (26/11/2019). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo (kanan), Direktur Utama PT Dahana (Persero) Budi Antono (kedua kiri), dan Direktur Teknik dan Pengembangan PT Pupuk Kalimantan Timur Satrio Nugroho (kiri). - Bisnis/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menyalurkan kredit senilai Rp796 miliar kepada PT Kaltim Amonimum Nitrat.

Pembiayaan tersebut akan digunakan untuk membangun Pabrik Amonium Nitrat di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik dengan kapasitas 75.000 ton per tahun ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan bahan peledak utama yang dibutuhkan di dalam negeri. Rencananya pembangunannya akan membutuhkan waktu sekitar 30 bulan.

Kaltim Amonium Nitrat merupakan perusahaan patungan antara PT Dahana (Persero) melalui anak usahanya PT Dahana Investama Corp dengan PT Pupuk Kalimantan Timur yang merupakan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero).

BNI terlebih dahulu turut memberikan dukungan pembiayaan kepada para pemegang saham Kaltim Amonium Nitrat, yakni Dahana sejak 2012, dan PT Pupuk Kalimantan Timur sejak 2013.

Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo yang hadir dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa perseroan berkomitmen untuk mewujudkan kemandirian industri bahan peledak di dalam negeri.

“Terutama Amonium Nitrat yang merupakan bahan baku utama bahan peledak yang akan mendukung industri pertambangan,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Selasa (26/11/2019).

Direktur Utama Dahanan Budi Antono mengungkapkan bahwa seluruh produk yang dihasilkan oleh Pabrik Amonium Nitrat ini akan diserap oleh Dahana untuk memenuhi sebagian kebutuhan Amonium Nitrat perseroan. Bahan baku utama untuk produksi Amonium Nitrat yaitu amoniak akan disediakan oleh Pupuk Kalimantan Timur.

”Dengan dibangunnya Pabrik Amonium Nitrat ini diharapkan dapat menjadi katalisator bagi tumbuh kembangnya industri turunan baik untuk komersial maupun untuk industri pertahanan,” kata Budi.

Adapun penandatangan Perjanjian Kredit dilakukan oleh Direktur Utama Kaltim Amonium Nitrat Bimo Noesantoropoetro bersama dengan Pemimpin Divisi BUMN dan Instritusi Pemerintah BNI Babas Bastaman di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Hadir menyaksikan acara tersebut Direktur Bisnis Konsumer BNI Anggoro Eko Cahyo, Direktur Utama Dahana Budi Antono, dan Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kalimantan Timur Satriyo Nugroho.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top