Implementasi Aturan Baru, Bank Kecil Lebih Selektif Salurkan Kredit

Industri perbankan wajib mengimplementasikan Pedoman Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) 71 awal tahun depan. Hal ini membuat bank kecil akan selektif mencari debitur, sehingga kemungkinan mengganjal laju ekspansi pertumbuhan kredit pada 2020.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 02 Desember 2019  |  17:03 WIB
Implementasi Aturan Baru, Bank Kecil Lebih Selektif Salurkan Kredit
Warga melintasi galeri anjungan tunai mandiri (ATM) di Kebayoran Lama, Jakarta, Senin (5/8/2019). - ANTARA/Aditya Pradana Putra.

Bisnis.com, JAKARTA - Industri perbankan wajib mengimplementasikan Pedoman Standar Akuntasi Keuangan (PSAK) 71 awal tahun depan. Hal ini membuat bank kecil akan selektif mencari debitur, sehingga kemungkinan mengganjal laju ekspansi pertumbuhan kredit pada 2020.

Direktur Utama PT Bank Mayora Irfanto Oeij mengatakan bahwa PSAK 71 bank ekstra hati-hati dalam pemberian kredit. Pasalnya jika kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) naik, maka dampaknya akan lebih cepat menggerus rentabilitas.

“Hal ini membuat bank akan sedikit menahan laju penyaluran kreditnya,” katanya kepada Bisnis, Senin (2/12/2019).

Selain itu, bank harus memperhitungkan kondisi makro ekonomi yang masih berada di bawah bayang-bayang akan terjadinya krisis global. Kedua faktor tersebut membuat bank umum kelompok usaha (BUKU) II ini mematok taget pertumbuhan penyaluran kredit yang tidak terlalu agresif pada tahun depan, yakni kurang dari 10% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Utama PT Bank of India Indonesia Tbk. Ferry Koswara. Pada tahun depan bank mematok pertumbuhan tahunan kredit sebesar satu digit, atau sekitar 6% yoy hingga 8% yoy.

“Secara umum kami sudah siap [implementasi PSAK 71.  Memang itu membuat CKPN [cadangan kerugian penurunan nilai] meningkat, dan kredit semakin selektif,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, PT Bank Yudha Bhakti Tbk. juga menyatakan persiapan implementasi PSAK 71 telah rampung. Hal yang dapat dipastikan terkait hal tersebut pada tahun depan adalah bank akan lebih hati-hati dalam menyalurkan pembiayaan.

Kendati demikian emiten berkode BBYB ini mematok target pertumbuhan kredit cukup tinggi untuk tahun depan. Bank membidik tutup buku 2020 dengan kenaikan fungsi intermediasi lebih kurang 20% yoy atau menjadi sekitar Rp5 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bank kecil

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top