Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Satgas Menutup 182 Kegiatan Fintech Ilegal

Satgas Waspada Investasi hingga akhir November menghentikan 182 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 03 Desember 2019  |  14:27 WIB
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan
Pengunjung menghadiri acara FinTech for Capital Market Expo 2019 di gedung Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

 Bisnis.com JAKARTA - Satgas Waspada Investasi hingga akhir November menghentikan 182 kegiatan usaha yang diduga melakukan kegiatan usaha tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat.

Dari 182 entitas tersebut di antaranya melakukan kegiatan sebagai berikut:

164 perdagangan forex tanpa izin;
8 investasi money game;
2 equity crowdfunding ilegal;
2 multi level marketing tanpa izin;
1 perdagangan kebun kurma;
1 investasi properti;
1 penawaran investasi tabungan;
1 penawaran umrah;
1 investasi cryptocurrency tanpa izin;
1 koperasi tanpa izin.

Adapun beberapa namanya adalah Koperasi Baitussalam, PT Barraca Far Ocean, Yippi Langsa, PT Resva Nettiz Media International
(NETTIZ), Recovery Dana Sukses,
www.ghaniyyu100.com, e-shareprofit.com, dan lainnya.

"Kami mengimbau kembali kepada masyarakat untuk tidak ikut dalam kegiatan yang dilakukan oleh entitas PT Kam And Kam (Memiles) karena merupakan kegiatan yang ilegal dan tidak memiliki izin dari otoritas," katanya seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (3/12).

Total kegiatan usaha yang diduga dilakukan tanpa izin dari otoritas yang berwenang dan berpotensi merugikan masyarakat yang telah dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi selama tahun 2019 sebanyak 444 entitas.

Satgas menyatakan ada satu entitas yang sebelumnya ditindak oleh Satgas telah mendapatkan izin usaha yaitu PT Sinergi Rezeki Ananta yang memperoleh izin berupa SIUPL untuk melakukan kegiatan penjualan produk dengan sistem multi level marketing.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fintech
Editor : Hendri Tri Widi Asworo
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top