BNI Bidik Kredit Korporasi Tumbuh 12 Persen Tahun Depan 

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menilai pada tahun depan pertumbuhan kredit korporasi tidak sekencang tahun ini. Bank memproyeksikan penyaluran dana kepada debitur kakap perseroan akan naik sekitar 11% hingga 12% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 04 Desember 2019  |  17:37 WIB
BNI Bidik Kredit Korporasi Tumbuh 12 Persen Tahun Depan 
Direktur Korporasi BNI Putrama Wahju Setyawan berbincang dengan General Manager BNI Cabang London Ujuan Marihot HP di kantor cabang BNI London, Minggu (1/12/2019). - Bisnis/Hery Trianto

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menilai pada tahun depan pertumbuhan kredit korporasi tidak sekencang tahun ini. Bank memproyeksikan penyaluran dana kepada debitur kakap perseroan akan naik sekitar 11% hingga 12% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Direktur Bisnis Korporasi BNI Putrawa Wahju Setyawan menjelaskan bahwa pada tahun ini kredit korporasi bank tumbuh tinggi akibat perlambatan yang dialami pada tahun lalu. “Jadi bisa dibilang tahun depan itu sudah normalisasi pertumbuhan,” katanya kepada Bisnis, Selasa (3/12/2019).

Putrama melanjutkan sebagian besar kredit korporasi pada tahun depan masih disalurkan untuk proyek infrastruktur. Secara kepemilikan proyek tersebut tidak sepenuhnya milik pelat merah, tetapi juga swasta. “Seperti tahun ini 30% infrastruktur itu swasta,” katanya.

Selain infrastruktur, potensi pembiayaan kepada debitur korporasi tahun depan juga akan dirasakan pada sektor manufaktur. Pasalnya Indonesia tengah mengalami bonus demografi dan satu sektor yang dapat memanfaatkan hal tersebut adalah industri padat karya.

“Seperti tekstil kami lihat mesin-mesin sudah mulai usang. Ini butuh skema pembiayaan untuk revitalisasi mesin,” katanya.

Adapun sepanjang tahun ini kredit korporasi BNI tumbuh cukup tinggi mendorong laju fungsi intermediasi bank. Per September 2019, segmen tersebut naik 18,1% yoy menjadi Rp291,7 triliun.

Korporasi Swasta membukukan Rp181,1 triliun atau tumbuh 24,8%. Perusahaan pelat merah atau badan usaha milik negara mencatat Rp110,7 triliun atau naik 8,6% yoy.

Kredit pada segmen korporasi utamanya disalurkan pada sektor manufaktur,  perdagangan restoran dan hotel, jasa dunia usaha, konstruksi dan kelistrikan. Kendati secara industri pelaku usaha pada segmen tersebut mencatat kenaikan kredit bermasalah, BNI menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga kualitas aset.

Adapun secara total per September 2019, BNI membukukan pertumbuhan kredit sebesar 14,7% yoy menjadi Rp558,7 triliun. Realisasi tersebut melambat dibandingkan dengan capaian kuartal sebelumnya, 20% yoy.Pada akhir tahun ini bank memperkirakan kredit akan kembali tumbuh melambat, atau sekitar 11% hingga 13%.

Pada tahun depan bank memproyeksikan kredit akan tumbuh serupa dengan perkiraan akhir tahun ini. Debitur korporasi akan tetapi menjadi andalah perusahaan, tetapi secara komposisi akan menurun. Pasalnya segmen-segmen lain akan tumbuh lebih tinggi. 

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bni

Editor : Hendri Tri Widi Asworo
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top