Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Muamalat Kerja Sama Hedging Syariah dengan Inacom

Kerja sama ini menunjukkan variatifnya produk Bank Muamalat, dan kemampuan perseroan mengakomodir kebutuhan bisnis nasabah dalam hal transaksi jual/beli valuta asing.
Lalu Rahadian
Lalu Rahadian - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  21:31 WIB
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone
Karyawati Bank Muamalat melayani nasabah di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (20/2/2019). - Bisnis/Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. menandatangani Perjanjian Kerja Sama fasilitas lindung nilai (hedging) syariah dengan PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) atau Indonesia Commodity (Inacom).

Hedging Syariah merupakan transaksi yang dilakukan berdasarkan prinsip syariah, dalam rangka mitigasi risiko perubahan nilai tukar atas mata uang tertentu. Prinsip ini ditentukan sesuai fatwa DSN MUI Nomor 96/DSN-MUI/IV/2015 tentang Transaksi Lindung Nilai Syariah (Al Tahawwuth Al-Islami) Atas Nilai Tukar.

Menurut Chief of Corporate Banking Officer Bank Muamalat Irvan Yulian Noor, kerja sama fasilitas hedging ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh bank syariah di Indonesia. Irvan menyebut kerja sama ini menunjukkan variatifnya produk Bank Muamalat, dan kemampuan perseroan mengakomodir kebutuhan bisnis nasabah dalam hal transaksi jual/beli valuta asing.

“Kami berharap kerja sama ini dapat semakin memperkuat brand awareness Bank Muamalat dan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan funding dan fee based income, sekaligus menyumbang pertumbuhan positif terhadap nasabah baru perseroan,” kata Irvan dalam seremoni penandatanganan kerja sama seperti tertulis di keterangan resmi kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan dan Umum Inacom Heryanto Eko Purnomo mengatakan, kerjasama ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menumbuhkan dan memperluas market share khususnya pada pasar ekspor seperti Timur Tengah, Asia Selatan, Asia Tengah, dan Afrika.

Beragam komoditas perkebunan unggulan Indonesia telah menjadi sumber ekspor di sektor usaha perdagangan dengan kontribusi devisa yang cukup signifikan bagi Indonesia.

“Dengan support dan kepercayaan dari industri perbankan diharapkan akan mendorong pencapaian kinerja usaha Inacom sesuai dengan target usaha dan mendukung pertumbuhan pangsa pasar PTPN Group secara menyeluruh,” kata Heryanto.

Sebagai informasi, Inacom merupakan anak perusahaan dari PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Tbk. yang mendapatkan kepercayaan sebagai agen penjualan dan pemasaran dari komoditas perkebunan secara nasional, terdiri dari minyak kelapa sawit, karet, gula, tetes, teh, kopi dan kakao.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank muamalat
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top