Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BPD Bali Optimis Bisa Genjot Penyaluran KUR 2020

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali yakin penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2020 masih tumbuh positif lantaran didorong penurunan suku bunga menjadi 6% sejak awal tahun.
Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak - Bisnis.com 21 Januari 2020  |  03:15 WIB
BPD Bali Optimis Bisa Genjot Penyaluran KUR 2020
Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho (kiri) dan Dirut BPD Bali I Nyoman Sudharma (kanan). - Bisnis/Feri Kristianto
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali yakin penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) pada 2020 masih tumbuh positif lantaran didorong penurunan suku bunga menjadi 6 persen sejak awal tahun.

Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan, prospek penyaluran KUR pada 2020 masih cukup positif lantaran banyaknya pelaku UMKM yang memiliki potensi berkembang. Hingga November 2019 penyaluran KUR di Bali tercatat mencapai Rp5,08 triliun untuk 125.119 debitur.

“Prospek KUR 2020 masih bagus khususnya kami di Bali. Di mana UMKM di Bali masih prospek termasuk adanya penurunan suku bunga menjadi 6 persen,” ujar Sudharma kepada Bisnis, Senin (20/1/2020).

Sepanjang 2019 BPD Bali tercatat menyalurkan KUR hingga Rp1,059 triliun. Penyaluran krediit bersubsidi terbesar dilakukan untuk segmen debitur kecil yakni Rp1 triliun.

Kemudian, KUR yang disalurkan untuk TKI mencapai Rp2 miliar dan KUR ke segmen mikro Rp57,6 miliar.

“Untuk antisipasi NPL kami melakukan screening di awal yang lebih kuat termasuk peningkatan monitoring,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kur bpd bali
Editor : Akhirul Anwar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top