Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus Jiwasraya, Nasabah Kecewa Tak Ditemui Sri Mulyani

Nasabah Jiwasraya meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai kuasa bendahara negara menyelesaikan tunggakan klaim polis yang tertunggak 15 bulan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 06 Februari 2020  |  11:10 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan kepada tim Bisnis Indonesia saat wawancara eksklusif di Jakarta, Jumat (22/11/2019). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai bendahara negara diminta bereaksi taktis menyelesaikan gagal bayar klaim polis di PT Asuransi Jiwa Jiwasraya (persero).

Salah seorang nasabah Jiwasraya, Ida Tumota menyatakan perseroan merupakan badan usaha milik negara (BUMN). Oleh karenanya merupakan bagian tanggung jawab Kementerian Keuangan sebagai bendaraha negara.

"Kalau [Sri Mulyani] ada waktu untuk menerima penghargaan, berarti seharusnya ada waktu juga untuk menerima kami," ujar Ida, Kamis (6/2/2020).

Menurutnya, pengembalian uang pemegang polis dari perusahaan negara adalah salah satu tugas yang diamanatkan negara. Untuk itu, sebagai Menteri Keuangan Sri Mulyani dapat bertemu langsung dengan masyarakat yang dirugikan.

Ida menyatakan bahwa Sri Mulyani sebaiknya tidak berdalih atas kesibukannya sehingga tidak dapat menerima para nasabah Jiwasraya.

Dalam surat yang ditujukan ke Sri Mulyani itu, nasabah mengingatkan uang yang mereka miliki sudah tertahan 15 bulan di perusahaan.

Berdasarkan pantauan Bisnis, sebanyak 45 orang pemegang polis mendatangi Gedung Juanda 1 Kementerian Keuangan pada pukul 09.00 di Jakarta. Kedatangan mereka diterima oleh Kepala Bidang Pengelolaan Program Menteri Keuangan Darmawan.

Sekitar pukul 10.25 para nasabah diarahkan memasuki press room Kementerian Keuangan untuk menyampaikan pernyataannya kepada Darmawan. Pertemuan berlangsung hingga sekitar pukul 10.55 WIB.

Setelah itu, mereka akan bertolak ke kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta untuk menyampaikan kembali surat penagihan pembayaran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jiwasraya
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top