Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

5 Terpopuler Finansial, 5 Terpopuler Finansial, Akuisisi Muamalat oleh Konsorsium Ilham Habibie Terganjal Asset Swap?

Langkah konsorsium Ilham Habibie melalui Al Falah Investments Pte. Ltd dalam mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. harus menyertakan penyelesaian asset swap yang mencapai Rp12,64 triliun menjadi berita terpopuler di kanal Finansial Bisnis.com pada Senin (10/2/2020).
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  19:43 WIB
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kedua kanan) berbincang dengan Chief Partnership Distribution Danning Wikanti (dari kanan), Chief Executive Officer PT Bank Muamalat Indonesia Achmad Kusna Permana dan Retail Banking Director Purnomo B. Soetadi, usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam
Presiden Direktur Sun Life Financial Indonesia Elin Waty (kedua kanan) berbincang dengan Chief Partnership Distribution Danning Wikanti (dari kanan), Chief Executive Officer PT Bank Muamalat Indonesia Achmad Kusna Permana dan Retail Banking Director Purnomo B. Soetadi, usai penandatanganan kerja sama di Jakarta, Rabu (19/6/2019). - Bisnis/Abdullah Azzam

1. Akuisisi Muamalat oleh Konsorsium Ilham Habibie Terganjal Asset Swap?

Langkah konsorsium Ilham Habibie melalui Al Falah Investments Pte. Ltd dalam mengakuisisi PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. harus menyertakan penyelesaian asset swap yang mencapai Rp12,64 triliun.

Berdasarkan laporan publikasi perusahaan per kuartal III/2019, surat berharga yang dimiliki perseroan masih tercatat Rp12,64 triliun. Sebagian besar surat berharga tersebut masih merupakan asset swap yang menjadi sorotan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) karena dinilai tidak sesuai dengan aturan.

Baca berita lengkapnya di sini.

2. Dilindungi Reasuransi, Kenapa Jiwasraya & Bumiputera Tak Mampu Bayar Klaim?

Perusahaan asuransi dapat melakukan reasuransi atas setiap polis yang dibeli nasabah. Terutama produk dengan klaim di atas kemampuan perusahaan. Dengan reasuransi ini maka perusahaan mampu mengelola risiko yang akan timbul karena sudah dialihkan sebagian.

Jika klaim terjadi, perusahaan asuransi membayar terlebih dahulu klaim yang masuk untuk kemudian ditagihkan ke perusahaan reasuransi.

Baca berita lengkapnya di sini.

3. Nabung Saham, Menimang Bank Mandiri (BMRI)

Kinerja penyaluran kredit yang stabil dengan menyasar pasar korporasi menjadikan saham PT Bank Mandiri (persero) Tbk. layak dilirik investor.

Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri Silvano Rumantir mengatakan target pasar penyaluran kredit BMRI adalah korporasi dan komersial. Segmen ini menyumbang 65 persen bisnis pembiayaan. Penyaluran kredit juga dipatok tumbuh 8 persen sampai 10 persen pada 2020. Relatif sama dengan target tahun lalu.

Baca berita lengkapnya di sini.

4. Tahun Tikus Logam, Bank Pilih Hapus Buku atau Restrukturisasi?

Sektor keuangan yang digambarkan dengan elemen tanah diyakini bertumbuh lebih baik pada tahun tikus logam pada 2020 ini.

Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia Otoritas Jasa Keuangan (SPI OJK), pertumbuhan hapus buku kredit atau write off terus menurun dalam 3 tahun terakhir. Hapus buku terbesar terjadi pada 2017 yakni mencapai Rp350,96 triliun. Jumlah ini naik 27,75 persen dibandingkan 2016 sebesar Rp274,72 triliun.

Baca berita lengkapnya di sini.

5. Sindikasi Syariah Berpotensi Naik

Pusat Studi Bisnis dan Ekonomi Syariah Institute Pertanian Bogor (CIEST-IPB) menilai tren pembiayaan sindikasi syariah berpotensi meningkat.

Berdasarkan statistik perbankan syariah (SPS) Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pembiayaan yang diberikan industri perbankan syariah ke segmen investasi kategori non UMKM mengalami peningkatan selama empat tahun terakhir.

Baca berita lengkapnya di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Berita Terpopuler
Editor : Surya Rianto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top