Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menengok Kembali Kisah Hidup Karmaka Surjaudaja di Layar Lebar

Kisah hidup Karmaka Surjaudaja pernah diangkat dalam sebuah film berjudul Love & Faith yang rilis pada 2015.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 17 Februari 2020  |  20:36 WIB
Karmaka Surjaudaja. OCBC NISP
Karmaka Surjaudaja. OCBC NISP

Bisnis.com, JAKARTA - Kisah hidup pendiri PT Bank OCBC NISP Tbk. Karmaka Surjaudaja (Kwee Tjie Hoei) pernah diangkat dalam sebuah film layar lebar yang dirilis pada Maret 2015.

Film biopik tersebut berjudul Love & Faith, yang dibintangi oleh Rio Dewanto sebagai Karmaka dan Laura Basuki sebagai Lim Kwee Ing, istri Karmaka.

Film Love and Faith disutradarai oleh Benny Setiawan dan mengambil pendekatan yang sama seperti film Habibie dan Ainun, yaitu memfokuskan kisah pada hubungan cinta keduanya .

Love and Faith berkisah tentang Karmaka, yang lahir di China dan kemudian hijrah ke Indonesia pada usia 10 bulan. Dia dibawa ibunya (Irina Chiu Yen Tan) untuk menyusul ayahnya, Kwee Tjie Kui (Ferry Salim), yang lebih dulu tinggal di Bandung.

Seperti banyak tokoh sukses lainnya, masa kanak-kanak dilaluinya dalam kesulitan ekonomi. Ketika Karmaka lulus SMA bersamaan dengan sang adik, Kwee Tjie Ong (Dion Wiyoko), dia memutuskan untuk bekerja dan merelakan sang adik masuk jurusan kedokteran. Sejak itulah Karmaka muda bekerja membanting tulang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Pekerjaan pertamanya adalah sebagai guru olah raga di sekolah Tionghoa bernama Nan Hua. Di sinilah dia berkenalan dengan murid perempuan bernama Lim Kwei Ing dan keduanya kemudian jatuh cinta.

Percintaan keduanya berjarak, apalagi Lim Kwei Ing berasal dari keluarga Lim Khe Tjie, pemilik bank besar di Bandung. Namun, pada akhirnya perjalanan cinta mereka berlabuh di pernikahan yang digelar pada 1959.

Ketika masa peralihan kekuasaan Orde Lama ke Orde Baru, Lim Khe Tjie dicegah tak bisa kembali ke Indonesia dan tertahan di Hong Kong. Di sisi lain, bisnis bank mengalami kesulitan besar di ambang pailit.

Berbekal pengetahuan secara otodidak dari buku-buku peninggalan mertuanya, Karmaka berhasil membenahi bank yang nyaris bangkrut itu.

Dia memukul mundur jajaran direksi nakal dan menggiring mereka diproses pengadilan serta berhasil melepaskan Bank dari ancaman banyak pihak. Sayangnya, kondisi ekonomi tidak berpihak. Pada 1965 terjadi kekacauan politik, ekonomi, dan keamanan.

Pemerintah harus mengambil kebijakan sanering, yaitu menurunkan nilai uang Rp1.000 menjadi Rp1. Masyarakat panik, terutama mereka yang menabung uangnya di bank.

Dalam perjuangan membangun bisnis yang ditinggalkan sang mertua, Karmaka mengalami tiga kali percobaan pembunuhan. Namun, pada akhirnya dia sukses menunaikan amanah sang mertua dalam membangun imperium bank. Saat ini, Bank OCBC NISP memiliki asset lebih dari Rp100 triliun.

Kini, tokoh yang paling dihormati di Bank OCBC NISP tersebut telah tiada. Karmaka menghembuskan nafas terakhirnya pada usia 85 tahun di Bandung pada Senin (17/2/2020) pukul 15.25 WIB.

Keluarga besar Bank OCBC NISP pun kehilangan sosok pemimpin yang ramah, rendah hati, dan bersahaja.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ocbc nisp
Editor : Annisa Sulistyo Rini
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top