Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Subsidi Rp3 Triliun Tak Cukup Atasi Defisit, BPJS Kesehatan Harus Efisiensi

Pandemi virus corona (covid-19) berpotensi menekan keuangan BPJS Kesehatan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 01 April 2020  |  20:00 WIB
Calon peserta BPJS Kesehatan antre menunggu penyelesaian adminitrasi di kantor BPJS Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5). - Antara/Rahmad
Calon peserta BPJS Kesehatan antre menunggu penyelesaian adminitrasi di kantor BPJS Lhokseumawe, Aceh, Senin (15/5). - Antara/Rahmad

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) dinilai perlu melakukan efisiensi untuk menghadapi potensi risiko dari penyebaran virus corona. Subsidi dana Rp3 triliun bagi badan tersebut dinilai belum cukup untuk memperbaiki defisit.

Ketua Sekolah Tinggi Manajemen Risiko dan Asuransi (STIMRA) Hotbonar Sinaga menilai bahwa kucuran dana dari pemerintah bagi BPJS Kesehatan dinilai belum cukup untuk mengatasi defisit badan tersebut. Terlebih, pandemi Covid-19 berpotensi menekan keuangan BPJS Kesehatan.

Kondisi keuangan BPJS Kesehatan berpotensi terganggu karena kemampuan peserta untuk membayar iuran dapat menurun seiring kondisi perekonomian yang menjadi tidak pasti. Oleh karena itu, Hotbonar menilai bahwa BPJS Kesehatan perlu melakukan langkah-langkah untuk menjaga keuangannya.

"Subsidi anggaran Rp3 triliun untuk BPJS Kesehatan nampaknya masih belum cukup, mereka harus meningkatkan efisiensi," ujar Hotbonar kepada Bisnis, Rabu (1/4/2020).

Selain itu, dia pun menilai BPJS Kesehatan perlu meningkatkan akurasi data kepesertaan dan klaim. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mencegah kemungkinan ketidakjujuran klaim atau fraud yang kerap sulit dibuktikan.

Dia pun menilai bahwa BPJS Kesehatan perlu memberikan relaksasi pembayaran iuran kepada peserta dalam kondisi pandemi Covid-19 ini. Dalam kondisi darurat, dia menilai BPJS Kesehatan tidak boleh kaku dalam menjalankan operasionalnya.

"Ini sebagai wujud partisipasi BPJS Kesehatan dalam membantu mencegah outbreak Covid-19. Semua pihak tanpa kecuali harusnya membantu pemerintah dalam hal ini," ujar dia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan bahwa pemerintah memberikan subsidi anggaran untuk BPJS Kesehatan senilai Rp3 triliun, dari total subsidi anggaran kesehatan senilai Rp150 triliun.

"[Anggaran] kesehatan mencakup tambahan subsidi BPJS [Kesehatan], karena dicabutnya Peraturan Presiden [soal kenaikan iuran BPJS Kesehatan], harapannya BPJS Kesehatan bisa membayar tagihan rumah sakit, karena rumah sakit adalah garda terdepan Covid-19," ujar Sri Mulyani pada Rabu (1/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

subsidi BPJS Kesehatan Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top