Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Keringanan Kredit, Bank Perlu Solusi Terkait Likuiditas

Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan perlu ada solusi atas kondisi likuditas perbankan menyusul pemberlakuan kebijakan relaksasi berupa penundaan pembayaran pokok dan atau bunga.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 01 April 2020  |  18:32 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua kiri) didampingi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso (kiri), Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua kanan), dan Ketua Dewan Komisiomer Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah memberikan pemaparan dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Jakarta, Rabu (22/1).Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Dewan Komisaris Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan perlu ada solusi atas kondisi likuditas perbankan menyusul pemberlakuan kebijakan relaksasi berupa penundaan pembayaran pokok dan atau bunga.

Menurutnya, OJK akan terus menjaga kepercayaan masyarakat apabila likuiditas perbankan mengalami masalah. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengusulkan penjaminan untuk memberikan kepercyaan masyarakat atas dana yang mereka tempatkan di bank.

“Yang kita lakukan ini betul-betul prediksi, paling tidak pada saat ini dalam waktu beberapa bulan ke depan ada penundaan pembayaran pokok dan atau bunga, paling tidak likuditas perlu solusi,” kata Wimboh, Rabu (1/4/2020).

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah mengatakan nilai penjaminan simpanan dapat dinaikkan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Seperti yang pernah terjadi pada 2008 lalu, dengan menaikkan penjaminan yang semula hanya untuk simpnanan Rp100 juta menjadi Rp2 miliar ke bawah per rekening per bank.

Menurutnya, masih ada opsi lain yang bisa idterapkan yakni perluas jenis penjaminan simpanan. Misalnya dengan memberikan penjaminan pada dana pensiun, dana haji, maupun dana milik invidual yang dikelola bersama lainnya.

“Apabila dibutuhkan kita bisa naikkan [nilai penjaminan simpanan]. Kita bisa perluas jenis simpanan ini tidak perlu dari Perppu tetapi bisa lewat PP. Selanjutnya kalau ada kondisi makin buruk, LPS usul ke pemerintah untuk lakukan langkah drastis,” sebutnya. 

Adapun dalam kesempatan sebelumnya, kebijakan keringanan kredit yang dirilis pemerintah dinilai akan memberatkan kondisi likuiditas bank, khususnya bank beraset kecil dan bank perkreditan rakyat (BPR).

Perhimpunan bank perkreditan rakyat Indonesia (Perbarindo) sempat menyampaikan surat permohonan relaksasi ketentuan dan peraturan BPR. Perbarindo menilai kebijakan OJK mengenai relaksasi kredit akan menimbulkan pemahaman yang berbeda-beda.

Hal ini kemudian akan berdampak pada risiko likuiditas berupa BPRS yang kesulitan cashflow, terkena masalah likuiditas karena tidak ada angsuran yang masuk dan nasabah penyimpan akan cenderung mengambil dananya.

Dari risiko kredit, berpotensi terjadi moral hazzard untuk tidak membayar angsuran dan industri BPR-BPRS berpotensi tidak mampu melakukan penyisihan dan pencadangan risiko kredit sesuai dengan ketentuan regulasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top