Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Strategi BPR Jaga Likuiditas di Tengah Tekanan Pandemi Covid-19

Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mulai menyiapkan strategi untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi Covid-19. Salah satu strategi tersebut adalah berdikusi dengan bank umum mengenai penempatan dana antarbank.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 April 2020  |  11:03 WIB
Perbarindo - ilustrasi
Perbarindo - ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) mulai menyiapkan strategi untuk menjaga likuiditas di tengah pandemi Covid-19. Salah satu strategi tersebut adalah berdikusi dengan bank umum mengenai penempatan dana antarbank.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) Djoko Suyanto mengatakan penempatan dana antarbank akan menjadi salah satu strategi risk management yang dapat terjadi di kemudian hari. Meskipun demikian, hingga saat ini kondisi likuiditas BPR dipastikan masih tergolong aman.

Menurutnya, kebijakan pemerintah di sektor lembaga jasa keuangan dinilai sudah cukup memuaskan. Lewat Perppu Nomor 1/2020, lembaga jasa keuangan mendapat sejumlah alternatif untuk menjaga likuditas BPR yakni berupa pinjaman jangka pendek dari Bank Indonesia.

Djoko memerinci hingga Januari 2020, loan to deposit ratio (LDR) BPR tercatat sebesar 76,21 persen, penempatan tabungan di BPR tumbuh 7,96 persen dibandingkan periode sama tahun lalu (year on year/yoy), dan deposito yang tumbuh 13,15 persen (yoy).

"Perbarindo sudah diskusi dengan bank umum untuk upayakan ada pinjaman yang disiapkan untuk menjaga likuiditas. Itu juga langkah-langkah jadi berbagai strategi yang kita lakukan dalam kerangka melihat kedepan risk management yang kemungkinan terjadi," katanya kepada Bisnis, Selasa (21/4/2020).

Sementara itu, penempatan dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk tabungan di BPR memang mengalami penurunan pada Januari 2020 dibandingkan bulan sebelumnya (month to month), yakni sebesar 1,7 persen. Hanya saja, DPK dalam bentuk deposito mengalami pertumbuhan pada Januari 2020 sebesar 1,76 persen.

"Artinya balance, DPK pada Januari tidak mengalami penurunan, DPK BPR masih normal, belum terkontraksi," katanya.

Djoko juga menyebutkan tren penarikan tabungan di BPR hingga saat ini juga masih terhitung normal. Penempatan tabungan dan deposito juga masih bertmbuh hingga saat ini, meskipun angka pasti pertumbuhan belum bisa dia beberkan.

Menurutnya, likuiditas BPR tidak hanya berasal dari angsuran semata, tetapi juga dana pihak ketiga (DPK). Dengan DPK yang masih bertumbuh, kebijakan resrukturisasi dinilai tidak akan mempengaruhi kondisi likuiditas BPR.

"Saya bicara angka aktual, BPR aman terkendali sampai hari ini. DPK menjadi alat likuid yang menjaga likuiditas BPR dengan baik," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bpr
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top