Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

The Fed Diramal Patok Bunga Acuan di Level Nol hingga 2024

Biaya pinjaman dipercaya berada di kisaran level nol untuk kira-kira tiga tahun ke depan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2020  |  07:19 WIB
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Selasa (17/3/2020). Bloomberg - Andrew Harrer
Gedung bank central Amerika Serikat atau The Federal Reserve di Washington, Amerika Serikat, Selasa (17/3/2020). Bloomberg - Andrew Harrer

Bisnis.com, JAKARTA – Para pedagang obligasi melihat kecilnya prospek kenaikan suku bunga acuan oleh bank sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) di masa mendatang.

Biaya pinjaman dipercaya berada di kisaran level nol untuk kira-kira tiga tahun ke depan. Beberapa pedagang bahkan menjaga-jaga kemungkinan suku bunga The Fed bisa menjadi negatif.

Tingkat kontrak berjangka eurodollar tiga bulan relatif datar dan tidak hingga akhir 2023 atau awal 2024 terlihat peningkatan tanda-tanda bahwa kenaikan suku bunga berikutnya oleh The Fed akan diperhitungkan.

Sementara itu, ada minat untuk opsi eurodollar yang menjadi perlindungan terhadap skenario suku bunga dolar AS negatif.

“Kenaikan suku bunga tidak masuk dalam agenda,” ujar Jeffrey Cleveland, kepala ekonom di Payden & Rygel, seperti dilansir dari Bloomberg.

Dalam rapat kebijakan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir Rabu (29/4/2020) waktu setempat atau Kamis (30/4/2020) dini hari WIB, The Fed memutuskan mempertahankan Fed Funds Rate di level 0 persen - 0,25 persen, seperti yang banyak diprediksi.

Gubernur The Fed Jerome Powell mengatakan para pembuat kebijakan tidak "terburu-buru untuk menaikkan suku bunga" setelah memperingatkan bahwa pandemi virus corona (Covid-19) menimbulkan risiko yang cukup besar bagi ekonomi dalam jangka menengah.

Para pembuat kebijakan pun cenderung tidak jelas soal arah suku bunga di masa mendatang dengan mengatakan kisaran target suku bunga acuan akan dipertahankan di kisaran nol.

Hal itu dilakukan sampai mereka yakin bahwa ekonomi AS telah melewati peristiwa baru-baru ini serta berada di jalurnya untuk mencapai lapangan kerja maksimum dan target stabilitas harga.

Sebanyak 3,5 juta warga Amerika diperkirakan kehilangan pekerjaan dalam sepekan terakhir karena banyak bisnis tetap tutup guna meredam persebaran penyakit virus corona.

“Powell menyoroti risiko terhadap prospek yang, bagi saya, mengindikasikan bahwa pemulihan [ekonomi] akan jauh lebih seperti pola U yang memanjang ketimbang pola V,” lanjut Cleveland melalui surat elektronik.

“Jika itu benar, maka mungkin butuh bertahun-tahun bagi perekonomian untuk kembali ke level output ekonomi sebelum virus corona mewabah, kemungkinan tahun 2023 atau setelahnya,” katanya lagi.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga Kebijakan The Fed the fed rate
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top