Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Per April 2020, BNI Salurkan Bansos Rp5,4 Triliun

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp5,4 triliun sejak awal tahun hingga akhir April 2020.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 10 Mei 2020  |  23:10 WIB
Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Senin (24/2 - 2020)
Karyawan menghitung uang rupiah di Kantor Bank BNI Syariah di Jakarta, Senin (24/2 - 2020)

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. mencatat telah menyalurkan bantuan sosial sebesar Rp5,4 triliun sejak awal tahun hingga akhir April 2020.

Penyaluran bansos dinila mendesak karena dampak pandemi Covid-19 telah menekan perekonomian, menurunkan aktivitas produksi perusahaan, serta berakibat pada banyaknya pemutusan hubungan kerja atau banyak karyawan yang dirumahkan.

"Sejak wabah Covid-19 muncul di Indonesia, sejak awal tahun ini hingga April lalu BNI telah menyalurkan dana bantuan sosial kepada 3,9 juta KPM senilai Rp5,4 triliun, yang terdistribusi ke 411 kabupaten atau kota di Indonesia,” kata Direktur Hubungan Kelembagaan BNI Sis Apik Wijayanto melalui siaran pers, Minggu (10/5/2020).

Di samping itu, BNI telah menyalurkan bantuan pangan nontunai (BPNT) kepada 6,4 juta keluarga penerima manfaat (KPM) atau senilai Rp4,6 triliun, yang tersebar di 123 kota atau kabupaten.

“Di masa seperti sekarang ini, saat menyalurkan bantuan sosial tersebut, BNI selalu menerapkan protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19. Untuk perluasan tahun ini, BNI mendapat tugas melakukan penyaluran di 112 kabupaten atau kota se-Indonesia. Hal itu diperkuat dengan sistem penyalurannya yang berbasis online, sehingga dapat meminimalkan pertemuan atau kerumunan,” ujar Sis Apik.

Sis Apik menyampaikan BNI merupakan salah satu bank pertama yang menyatakan siap menjadi digital banking partner untuk program yang terkait dengan subsidi ataupun bantuan sosial pemerintah, termasuk bansos PKH dan BPNT.

BNI juga yang memperkenalkan kemudahan menggunakan teknologi perbankan untuk menajamkan penyaluran bansos PKH agar bisa dilakukan secara nontunai dan memenuhi prinsip 6T seperti yang diharapkan pemerintah, yaitu tepat sasaran, tepat kualitas, tepat jumlah, tepat harga, tepat waktu, dan tepat administrasi.

"Solusi yang diberikan BNI adalah penciptaan kartu combo [satu kartu dengan dua fungsi, yaitu fungsi saving dan fungsi wallet], yang sekarang dikenal sebagai KKS [kartu keluarga sejahtera], sehingga bansos dan subsidi dalam bentuk apa pun, baik uang maupun barang/natura, benar-benar sampai kepada keluarga penerima manfaat," jelasnya.

Lebih lanjut, guna memudahkan masyarakat melakukan transaksi dengan kartu bansos atau KKS tersebut, BNI menginisiasi digitalisasi e-Warong KUBE menjadi agen bank atau Agen46 dengan penempatan mesin electronic data capture (EDC) bank sebagai alat akseptasi kartu pada warung yang ada di sekitar KPM.

Dengan demikian, pemberdayaan keekonomian masyarakat akan berjalan seiring dengan berbagai program bansos atau subsidi yang diimplementasikan pemerintah.

Program ini dinilai akurat karena secara teknologi mengharuskan KPM membelanjakan dana bansos hanya untuk pembelian sembako, bukan rokok atau pulsa telepon seluler.

Sis Apik menambahkan, suksesnya penyaluran bansos PKH melalui KKS tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat, di antaranya terciptanya budaya bertransaksi secara nontunai dan literasi keuangan yang meluas.

"Maka, dalam perkembangannya, kesuksesan tersebut membuat pemerintah memercayakan penyaluran bantuan lain secara nontunai melalui ATM ataupun e-Warong KUBE, seperti BPNT, bekerja sama dengan Bulog," ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bni dana bansos
Editor : Nurbaiti

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top