Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Begini Skema Bank Jangkar, dari Jangka Waktu sampai Suku Bunga

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang diterima Bisnis, Selasa (26/5/2020), penempatan dana pemerintah tersebut akan disalurkan oleh 15 bank terbesar sesuai persetujuan OJK.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 26 Mei 2020  |  13:10 WIB
Ilustrasi Bank - Istimewa
Ilustrasi Bank - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Skema penyangga likuiditas berupa penempatan dana pemerintah ke bank jangkar yang disalurkan ke bank pelaksana akan berlangsung selama enam bulan dan dapat diperpanjang.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan yang diterima Bisnis, Selasa (26/5/2020), penempatan dana pemerintah tersebut akan disalurkan oleh 15 bank terbesar sesuai persetujuan OJK. Bank tersebut nantinya disebut bank jangkar atau bank peserta.

Kemudian, bank yang akan mendapatkan dana untuk mendukung restrukturisasi dan tambahan kredit modal kerja adalah semua bank umum. Bank yang akan mendapatkan bantuan pendanaan tersebut disebut bank pelaksana.

Instrumen penempatan dana dari pemerintah ke bank peserta akan berbentuk deposito atau sertifikat deposito. Sementara itu, instrumen penempatan dana dari bank peserta ke bank pelaksana diserahkan pada kesepakatan kedua belah pihak.

Syarat tingkat kesehatan bank yang mendapatkan bantuan penempatan dana dari pemerintah adalah berada pada peringkat komposit (PK-1) atau sangat sehat dan PK-2 atau sehat.

Syarat kondisi likuiditas bank yang mendapatkan penempatan dana dari pemerintah adalah SBN dan surat berharga BI yang belum direpokan dengan besaran tidak lebih dari 6 persen dana pihak ketiga (DPK).

Soal suku bunga, bank peserta akan mendapatkan tidak kurang atau sama dengan penerbitan SBN yang dibeli Bank Indonesia. Suku bunga bank pelaksana atas penempatan dana pemerintah adalah sebesar tingkat bunga dana dari pemerintah plus margin.

Agunan yang dibayarkan bank pelaksana ke bank peserta atas penemapatan dana untuk bantuan likuiditas disesuaikan dengan kesepakatan kedua belah pihak.

Apabila dana tidak dilunasi bank pelaksana, Bank Indonesia dapat mendebit rekening giro bank pelaksana ke bank peserta. Supaya tindakan tersebut bisa dilakukan, proposal bank pelaksana harus disertai dengan standing instruction.

Kemudian, jika bank pelaksana mengalami permasalahan, maka penanganannya diserahkan pada Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Namun, LPS akan mengutamakan pengembalian dana pemerintah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

restrukturisasi utang Bank Jangkar
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top