Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bos BCA: Bank Harus Prioritaskan Likuiditas di Masa Pandemi

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengibaratkan likuiditas bank selayaknya darah dalam tubuh.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  19:38 WIB
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja saat paparan kinerja kuartal I/2020 secara live, Rabu (27/5 - 2020). Dokumen BCA.

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja mengatakan perbankan harus bersiap menjaga likuditas dan melupakan profitabilitas di tengah pandemi Covid-19.

Menurutnya, kondisi ketidakstabilan ekonomi akibat terdampak pandemi, akan membuat perbankan mengalami penurunan profitabilitas. Namun, terlepas dari penurunan profit, justru lebih penting bagi perbankan untuk saat ini memikirkan likuiditas.

Jahja mengibaratkan likuiditas selayaknya darah dalam tubuh. Meskipun, tubuh dijaga dengan olah raga maupun kegiatan fisik sehat, kemungkinan jatuh tergelincir bisa saja terjadi sehingga menyebabkan pendarahan. Di saat kondisi tersebut terjadi, pendarahan pada tubuhlah yang harus segera ditolong.

"Yang harus ditolong adalah pendarahan, itulah likuiditas. Oleh sebab itu policy yang diberikan regulator agar likuiditas ini mengalir sehingga darah yang cukup itu akan mengatasi masalah profitabilitas nantinya," katanya dalam Webinar Perbankan oleh Warta Ekonomi, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, menjaga likuiditas berkaitan dengan bentuk komitmen perbankan pada nasabah dalam menyalurkan kredit. Begitu juga, nasabah harus memenuhi pembayaran plafon kredit sebagai bentuk dukungan pada perbankan.

Lantaran hal tersebut, perbankan tentu akan berhati-hati dalam menyalurkan kredit di tengah kondisi saat ini. Terlebih dana yang digunakan perbankan untuk menyalurkan kredit merupakan milik masyarakat.

"Setiap rupiah yang kami lepas sebagai pinjaman harus dipertanggung jawabkan, ini yang wajib  di penuhi. Tidak bisa generalisir bahwa silakan semua yang perlu modal kerja ditambah [kredit], ada kriteria-kriteria tertentu," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca jahja setiaatmadja likuiditas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top