Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bunga Deposito Turun ke 3,95 Persen, Ini Penjelasan Bos BCA

Berdasarkan laporan presentasi perseroan, suku bunga deposito BCA Per Mei 2020 tercatat pada level 4 persen. Namun sebelumnya, pada Desember 2019, suku bunga deposito BCA masih bertengger di level 4,5 persen.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 17 Juni 2020  |  19:03 WIB
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA - Suku bunga simpanan di perbankan masih melanjutkan tren penurunan. PT Bank Central Asia Tbk. misalnya, kembali memangkas suku bunga simpanan hingga menyentuh level 3,95 persen.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan langkah penurunan suku bunga deposito ini dilakukan perseroan untuk mengantisipasi suku bunga acuan Bank Indonesia yang diperkirakan akan kembali turun.

"Kami antisipasi suku bunga BI yang bisa turun. Penurunan bunga deposito bukan mendadak dilakukan, sebelumnya 4 persen menjadi 3,95 persen. Penurunannya masih sangat sedikit," kata Jahja kepada Bisnis, Rabu (17/6/2020).

Berdasarkan laporan presentasi perseroan, suku bunga deposito BCA Per Mei 2020 tercatat pada level 4 persen. Namun sebelumnya, pada Desember 2019, suku bunga deposito BCA masih bertengger di level 4,5 persen.

Jahja juga menjelaskan penurunan bunga deposito tersebut karena perseroan berupaya menekan biaya bunga (cost of fund) yang harus dibayarkan bank kepada deposan.

Biaya bunga BCA memang menunjukkan penurunan dalam setahun terakhir. Per Maret 2020, CoF BCA berada pada level 1,7 persen, sementara CoF pada periode yang sama tahun lalu tercatat sebesar 2,04 persen.

Jahja mengatakan meski suku bunga deposito mengalami tren penurunan, produk simpanan tersebut tetap diminati oleh masyarakat.

Jika dibandingkan dengan obligasi misalnya, menurut Jahja, deposito merupakan instumen investasi yang lebih likuid dan bersifat jangka pendek, sehingga dapat dengan mudah dicairkan.

Adapun, di tengah masa pandemi Covid-19, bank swasta dengan aset terbesar di Tanah air ini tetap mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) di kisaran 6 persen-7 persen. Pertumbuhan DPK tersebut pun dinilai merupakan bentuk kepercayaan nasabah pada BCA.

Sebagai gambaran, pada kuartal I/2020, DPK Bank BCA tercatat tumbuh 16,8 persen secara tahunan (yoy) menjadi Rp741,02 triliun. Komponen dana murah masih mendominasi himpunan DPK perseroan.

Dana murah perseroan tercatat tumbuh 17,3 persen yoy menjadi Rp568,526 triliun. Sementara simpanan berjangka tumbuh 15,1 persen yoy menjadi Rp171,71 triliun.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca suku bunga deposito jahja setiaatmadja
Editor : Annisa Sulistyo Rini

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top