Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berlangsung sejak Maret, Ini Periode Puncak Realisasi Keringanan Kredit

Baki debet pada periode tersebut mencapai Rp129,74 triliun atau 18,7 persen dari total realisasi RP695,34 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 08 Juli 2020  |  14:53 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Dalam menekan dampak penyebaran virus corona (Covid-19), Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merilis kebijakan restrukturisasi atau keringanan kredit melalui POJK 11/2020 yang dirilis 16 Maret 2020.

Hingga saat ini, program tersebut masih berlangsung, baik di sektor perbankan mapun lembaga pembiayaan.

Deputi Komisioner Humas dan Logistik OJK Anto Prabowo mengatakan dalam periode 31 Maret hingga 29 Juni 2020, realisasi restrukturisasi kredit secara mingguan terbesar terjadi pada minggu pertama Mei 2020, yaitu sampai dengan 4 Mei 2020.

"Realisasi debitur pada minggu tersebut mencapai 2,86 juta debitur atau 45,0 persen dari total realisasi 6,35 debitur hingga 22 Juni 2020," ujarnya dalam streaming konferensi pers OJK, Rabu (8/7/2020).

Sementara, baki debet pada periode tersebut mencapai Rp129,74 triliun atau 18,7 persen dari total realisasi RP695,34 triliun.

Dari jumlah tersebut, dikontribusikan oleh debitur UMKM sebanyak 2,6 debitur atau 90,0 persen dari total 2,86 juta debitur, dengan baki debet senilai Rp67,74 triliun atau 52,2 persen dari total baki debet.

Sementara itu, non-UMKM sebanyak 261.289 debitur dengan baki debet senilai Rp62,00 triliun.

Setelah itu, Anto menyebutkan tren restrukturisasi mulai mengalami perlambatan pada periode selanjutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit OJK restrukturisasi utang
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top