Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tanpa Tatap Muka, Jumlah Pelayanan BP Jamsostek Meningkat

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan pelayanan tanpa kontak fisik seiring adanya pandemi virus corona.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 09 Juli 2020  |  10:55 WIB
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melintas di dekat logo BPJS Ketenagakerjaan/BP Jamsostek di Jakarta. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menyatakan terdapat peningkatan kuantitas pelayanan dengan tanpa tatap muka. Meskipun begitu, pelayanan tersebut masih harus disosialisasikan lebih lanjut kepada masyarakat.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK Agus Susanto menjelaskan bahwa pihaknya telah menerapkan pelayanan tanpa kontak fisik seiring adanya pandemi virus corona. Peserta dapat mengakses layanan secara online maupun offline di setiap kantor cabang.

Menurut Agus, pelayanan di kantor cabang pun tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan turut melalui kanal online. Melalui pelayanan hybrid tersebut peserta akan terhubung dengan petugas BPJAMSOSTEK melalui sambungan video call.

Agus menjelasakan bahwa pelayanan tersebut bertujuan agar masyarakat bisa mendapatkan pelayanan dengan optimal tetapi tetap sejalan dengan protokol kesehatan. Bukan hanya itu, menurutnya, pelayanan one to many pun meningkatkan jumlah pelayanan terhadap peserta.

"One to many maksudnya customer service kami akan melayani rata-rata empat sampai lima orang sekaligus dalam waktu bersamaan. Secara teori ada peningkatan pelayanan empat kali lipat, tetapi praktiknya sesuai tempat masing-masing," ujar Agus pada Kamis (9/7/2020).

Dia menjelaskan bahwa tidak semua masyarakat bisa mengakses layanan online, sehingga layanan offline tetap harus disediakan. Selain itu, BPJAMSOSTEK pun perlu mengantisipasi lonjakan klaim seiring adanya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Ketua Dewan Pengawas BPJAMSOSTEK Guntur Witjaksono menjelaskan bahwa berdasarkan inspeksi yang dilakukan oleh pihaknya, terdapat peningkatan jumlah klaim Jaminan Hari Tua (JHT) hingga empat kali lipat di sejumlah kantor cabang.

Menurutnya, dengan kondisi tersebut BPJAMSOSTEK harus memastikan bahwa protokol kesehatan terus diterapkan dengan optimal, guna mencegah risiko penyebaran Covid-19.

Selain itu, Dewan Pengawas pun menilai bahwa BPJAMSOSTEK harus terus melakukan sosialisasi terkait adanya pelayanan secara online dan offline. Menurut Guntur, masyarakat akan banyak membutuhkan badan tersebut dalam kondisi saat ini.

"Saat mulai PSBB pelayanan menjadi online, banyak yang belum mengerti pelayanan melalui dropbox [di kantor cabang], perlu sosialisasi lebih lanjut. Selain itu, perlu diupayakan BPJAMSOSTEK bisa melayani seluruh kabupaten atau kota, memang di beberapa lokasi BRI saja belum ada," ujar Guntur pada Kamis (9/7/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelayanan publik bpjs ketenagakerjaan Virus Corona
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top