Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ada Pandemi Covid-19, Dana Kelolaan Bank Commonwealth Naik 10 Persen

Kenaiakan dana kelolaan ditunjang oleh peningkatan aset investasi berbasis obligasi.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 14 Juli 2020  |  15:32 WIB
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan
Head of Wealth Management & Client Growth Bank Commonwealth Ivan Jaya (kanan) memberikan penjelasan saat peluncuran aplikasi CommBank SmartWealth, di Jakarta, Kamis (17/1/2019). - Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Bank Commonwealth mencatatkan kenaikan dana kelolaan atau asset under management (AUM) sebesar 10 persen sepanjang semester I/2020. Kinerja bisnis wealth management Bank Commonwealth tetap tumbuh kendati di semester I/2020 terjadi tekanan terhadai pasar modal akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Wealth Management & Premier Banking Bank Commonwealth mengungkapkan dalam enam bulan terakhir terjadi kenaikan dana kelolaan sebesar 10 persen, ditopang oleh aset investasi berbasis obligasi.

“Dari buku kami, justru mengalami peningkatan atau upside AUM ditunjang oleh aset-aset investasi berbasis obligasi pemerintah RI berdenominasi rupiah,” kata Ivan dalam acara BizInsight Online bersama Sucor AM dan Bank Commonwealth secara daring, Selasa (14/7/2020).

Untuk diketahui, bisnis wealth management merupakan sumber pendapatan yang menjanjikan bagi Bank Commonwealth. Apalagi, saat ini jumlah investor di Indonesia semakin meningkat.

Ivan menunjukkan dari survei bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi di pasar modal akan meningkat 20—22 persen dalam enam bulan ke depan. Adapun, masyarakat yang disurvei lebih memilih instrumen investasi di pasar modal dan asuransi ketimbang instrumen perbankan.Dengan demikian, Ivan optimistis bisnis wealth management Bank Commonwealth bisa tumbuh 10 persen lagi pada paruh kedua tahun ini.

“Masih ada 6 bulan lagi, kalau kami bisa tumbuh sekitar 10 persen lagi dan dalam setahun bisa tumbuh 20 persen ini akan menjadi suatu hal yang fantastis,” tutur Ivan.

Adapun kenaikan dana kelolaan bisnis wealth management Bank Commonwealth pada periode Januari—Juni 2020 berasal dari aset berbasis obligasi terutama Surat Utang Negara (SUN) yang naik hingga 30 persen.

Untuk periode enam bulan ke depan, Ivan mengaku tidak akan berharap banyak dengan SUN melainkan lebih kepada instrumen berbasis saham seperti reksa dana saham.

Menurutnya, reksa dana saham bakal mampu memberikan return menarik karena IHSG ditargetkan bisa menyentuh 5.500 pada akhir tahun atau naik sekitar 10 persen dari level saat ini.

Selain itu, untuk menambah nasabah dan mempermudah akses transaksi di wealth management Bank Commonwealth, perseroan juga akan fokus pada pengembangan aplikasi terintegrasi CommBank SmartWealth. Melalui aplikasi itu, kata Ivan, nasabah nantinya dapat menikmati kemudahan bertransaksi dan menerima nasihat atau advisory dalam berinvestasi.

“Kami akan fokus mengembangkan aplikasi wealth management terintegrasi kami yaitu CommBank SmartWealth untuk bisa makin diadopsi masyarakat sehingga mereka bisa bertransaksi di manapun mereka berada dan tetap ter-update mengenai setiap saham,” ujar Ivan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

commonwealth bank
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top