Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bantu UMKM Jadi Bankable, Fintech Didorong Terapkan Penilaian Kredit Termutakhir

Perusahaan tekfin didorong untuk menerapkan alteratif credit scoring termutakhir guna mempertahankan kualitas kredit pelaku UMKM.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  19:56 WIB
Financial Technology (Fintech) - channelasia
Financial Technology (Fintech) - channelasia

Bisnis.com, JAKARTA - Teknologi finansial (tekfin/fintech) diharapkan ikut menerapkan alternatif penilaian kredit atau credit scoring yang mutakhir untuk membiasakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) semakin bankable.

Hal ini diungkap Direktur Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi dan Usaha kecil Menengah alias Smesco Leonard Theosabrata dalam diskusi Koinversation Small and Medium-Sized Enterprises (SME) Financing untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional bersama KoinWorks, Rabu (15/7/2020).

"Smesco memiliki program/blueprint untuk mendorong digitalisasi UMKM dan membuat mereka menjadi lebih bankable. Alternatif credit scoring dari fintech menjadi salah satu bagian, yang nantinya bisa membuat UMKM kita lebih mudah mendapatkan kepercayaan lebih oleh perbankan," jelasnya.

Menurut Leonard, mempertahankan kualitas kredit pelaku UMKM serta pembimbingan terkait hal ini selama pandemi Covid-19, tak kalah pentingnya dengan program-program reaktivasi usaha, relaksasi kredit, kemudahan akses ke market, atau lain sebagainya.

Pasalnya, kualitas yang serupa dari semakin banyaknya alternatif pembiayaan untuk pelaku UMKM, akan memacu UMKM lebih cepat naik kelas. Mimpi Indonesia untuk memiliki para pengusaha unggulan di sektor agraria dan maritim pun akan semakin cepat terlaksana.

Dalam kesempatan yang sama, peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menegaskan bahwa sejak 2019, Indef sudah memprediksi fintech berpotensi menjadi penyelamat pendanaan produktif UMKM, apalagi setelah adanya periode sulit akibat pandemi Covid-19.

Namun, menanggapi alternatif credit scoring dari fintech sebagai langkah jangka panjang untuk membantu UMKM naik kelas, Nailul mengungkap ada satu hal mendasar yang perlu dibenahi terlebih dahulu lewat kerja sama banyak stakeholder.

"Jadi, masih minimnya perhatian UMKM kita untuk mengembangkan sistem akuntansi yang benar-bemar pas dan literasi keuangan digital yang memadai, pasti akan menghambat. Ini harus dipecahkan dulu. Laporan keuangan yang baik itu kan data penting untuk menetapkan penilaian kredit UMKM kita," jelasnya.

Oleh sebab itu, menurut Nailul, edukasi dan pembimbingan yang berjalan sejak awal merupakan keniscayaan. Setelah itu, baru diiringi cara mengatasi ketimpangan infrastruktur yang masih terjadi di Indonesia, terutama infrastruktur internet di beberapa wilayah Indonesia.

Dia mengatakan, di tengah mulai naiknya permintaan pinjaman hingga 30% pascapelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB), KoinWorks berkomitmen untuk adaptif dalam memberikan pelayanan ke UMKM.

"Penyaluran pinjaman produktif akhirnya tetap mengalami kenaikan 15% pada semester I/2020 bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Rata-rata pinjaman yang diajukan oleh UKM Digital melalui KoinWorks sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta," jelas Chief Operation Officer (COO) KoinWorks Bernard Arifin.

Terkait teknologi untuk alternatif credit scoring yang makin baik, lanjutnya, KoinWorks telah membuat sistem di mana UKM yang terkoneksi menghasilkan digital footprint.

KoinWorks juga mengombinasikannya dengan sistem penilaian kredit perbankan tradisional untuk efisiensi proses yang menghasilkan kualitas pinjaman lebih dengan terukur. Strategi ini menurutnya mampu menekan rasio non-performing loan atau tingkat wanprestasi pengembalian di atas 90 hari (TWP90) KoinWorks masih bertengger di angka 1%. 

"KoinWorks terus mengantisipasi perubahan kondisi ekonomi dan bisnis di era adaptasi kebiasaan baru dengan menyesuaikan credit scoring system, sehingga dapat menghasilkan pinjaman yang berkualitas untuk didanai oleh ribuan pendana kami," tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kredit umkm fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top