Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tambah Modal Inti Rp2 Triliun, Bank Capital Rights Issue Oktober 2020

Direktur Utama Bank Capital Wahyu Dwi Aji menyampaikan perseoran berencana menambah modal melalui rights issue pada Oktober mendatang. Emiten berkode saham BACA ini mengincar dana segar Rp2 triliun dari aksi korporasi tersebut.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  14:15 WIB
Pekerja sedang melakukan pengerjaan di gedung kantor Bank Capital. - Istimewa.
Pekerja sedang melakukan pengerjaan di gedung kantor Bank Capital. - Istimewa.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Capital Indonesia Tbk. berencana melakukan penambahan modal melalui right issue guna memenuhi ketentuan modal inti minimum bank. Ketentuan modal inti minimum diatur dalam Peraturan OJK Nomor 12/POJK.03/2020 tentang konsolidasi bank umum.

Direktur Utama Bank Capital Wahyu Dwi Aji menyampaikan perseoran berencana menambah modal melalui rights issue pada Oktober mendatang. Emiten perbankan berkode saham BACA ini mengincar dana segar Rp2 triliun dari aksi korporasi tersebut.

Langkah penembahan modal ini untuk memenuhi POJK salah satunya mengatur ketentuan modal inti minimum bank sebesar Rp3 triliun. Pemenuhan modal inti minimum dilakukan dengan tahapan yaitu Rp1 triliun paling lambat 31 Desember 2020, Rp2 triliun paling lambat 31 Desember 2021, dan Rp3 triliun paling lambat 31 Desember 2022.

"Kita akan mengadakan rights issue keempat di bulan Oktober sejumlah Rp2 triliun agar bisa memenuhi ketentuan OJK. Sehingga sampai bulan Oktober nanti modal Bank Capital sekitar Rp3,4 triliun," katanya dalam public expose, Kamis (16/7/2020).

Pada posisi 31 Desember 2019, modal inti perseroan sebesar Rp1,56 triliun. Seiring dengan rencana tersebut, perseroan mulai menyiapkan administrasi. Wahyu mengatakan perseroan akan menggunakan laporan keuangan per Maret 2020 dengan aset Rp17,3 triliun dan laba Rp31 miliar. Adapun, underwriter yang ditunjuk yaitu Sinarmas.

Dia optimis aksi korporasi ini bakal berjalan sesuai harapan meski dihadapkan pada tantangan akibat pandemi Covid-19. Menurutnya, peningkatan modal akan memperbaiki kinerja Bank Capital dan menjaga pertumbuhan.

"Dengan tercapainya pemenuhan modal semestinya akan memberikan ruang lebih baik bagi pengurus untuk menjaga pertumbuhan dan menjaga likuiditas secara kesleuruhan," imbuhnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham perbankan bank capital indonesia
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top