Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tak Takut Pangsa Pasar Goyah, SMF dan Tapera Berbagi Peran Soal Pembiayaan Perumahan Rakyat

Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo menjelaskan bahwa kesamaan program Tapera dengan SMF berupa penyaluran dana sekunder untuk KPR ini telah ditanggulangi sehingga keberadaan program Tapera tidak akan mengganggu lini bisnis perseroan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 27 Juli 2020  |  18:22 WIB
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djayadi (kedua dari kiri) memberikan cindera mata kepada Direktur Utama SMF Anata Wiyogo usai pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap VIII Tahun 2019, di Gedung Bursa Efek Indonesia, pada Senin (25/3/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Inarno Djayadi (kedua dari kiri) memberikan cindera mata kepada Direktur Utama SMF Anata Wiyogo usai pencatatan Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan IV SMF Tahap VIII Tahun 2019, di Gedung Bursa Efek Indonesia, pada Senin (25/3/2019)./Bisnis - Emanuel B. Caesario

Bisnis.com, JAKARTA - Direktur Utama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Ananta Wiyogo memastikan bahwa keberadaan program Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) tak berarti 'mengganggu' salah satu lini bisnis SMF.

Seperti diketahui, Tapera yang sebelumnya merupakan lembaga pengumpul dana untuk tabungan perumahan yang akan disalurkan lewat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi aparatur sipil negara (ASN), akan diperluas cakupannya untuk seluruh kelas pekerja di Indonesia.

Ananta menjelaskan bahwa kesamaan program Tapera dengan SMF berupa penyaluran dana sekunder untuk KPR ini telah ditanggulangi dengan pembagian pangsa pasar.

"Kerja sama yang sudah kita lakukan itu pembagian porsi pasar. Tapera itu akan melayani pasar dengan pembiayaan income Rp4-8 juta, sementara di atas itu dilayani SMF," jelas Ananta dalam konferensi pers secara daring, Senin (27/7/2020).

Artinya, dengan adanya Tapera, bukan berarti lini bisnis SMF yang tersisa hanya sekuritisasi aset pank penyalur KPR saja, namun penyaluran pembiayaan akan tetap berjalan.

Selain itu, SMF juga masih mengemban misi khusus dari pemerintah terkait pengaman beban fiskal dalam pembiayaan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) jangka panjang, yakni menyediakan hingga 25% dana dari total biaya FLPP.

Terakhir, SMF dan Tapera justru bisa berkolaborasi dalam program pemupukan dana di mana Tapera bisa ikut mengelola dananya dengan investasi ke SMF agar lebih aktif dan menghasilkan.

"Misalnya SMF menerbitkan instrumen surat hutang atau EBA-SP, bisa nanti investornya itu BP Tapera. Karena hasil return dari surat utang atau EBA-SP itu toh akan kami kembalikan lagi dalam pembangunan perumahan terutama bagi MBR," jelasnya.

Seperti diketahui, lewat kerja sama ini, artinya Tapera secara tidak langsung bisa ikut memperluas cakupannya membiayai perumahan rakyat, karena SMF bisa menyalurkan hasil investasinya ke perbankan, bank syariah, Bank Pembangunan Daerah (BPD), perusahaan multifinance, bahkan apabila memungkinkan, juga merambah ke Bank Perkreditan Rakyat (BPR).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan kpr Tapera smf
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top