Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rasio Kredit Bermasalah Juni 3,11 Persen, Bank Tertolong Kenaikan Modal

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perbankan masih kuat menghadapi peningkatan kredit bermasalah karena kenaikan rasio permodalan.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 04 Agustus 2020  |  12:23 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Walaupun rasio kredit bermasalah meningkat pada Juni 2020, tetapi bank tertolong dengan peningkatan rasio kecukupan modal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pada Maret 2020, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) perbankan mencapai 2,79 persen. Sementara itu, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) pada periode tersebut mencapai 21,72 persen.

Selanjutnya, pada Juni 2020 NPL perbankan telah mencapai 3,11 persen. Namun, di tengah penurunan penyaluran kredit, CAR perbankan mengalami kenaikan mencapai 22,59 persen per Juni 2020. Adapun peningkatan CAR pada Juni 2020 terjadi karena adanya penurunan penyaluran kredit.

Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan perbankan masih kuat menghadapi peningkatan NPL karena kenaikan CAR perbankan. Permodalan perbankan dinilai masih sangat resilience dan mempunyai back up yang kuat untuk mendorong pertumbuhan kredit ke depannya.

"Kalau kami lihat permodalan perbankan dengan NPL yang tadi kami sampaikan masih sangat kuat. Juni 22,59 persen [CAR], tidak jauh berbeda dengan angka-angka sebelumnya," katanya, Selasa (4/8/2020).

Wimboh mengatakan peningkatan NPL tersebut bersumber dari sektor perdagangan besar, pengolahan, dan rumah tangga yang memiliki porsi 57 persen dari total kredit. Apabila dirinci, NPL sektor perdagangan adalah sebesar 4,59 persen, pengolahan 4,57 persen, dan rumah tangga 2,32 persen.

Berdasarkan jenis penggunaan kredit, NPL tertinggi berada pada kredit modal kerja yang sebesar 3,96 persen. NPL kredit investasi dan kredit konsumsi masing-masing juga meningkat menjadi 2,58 persen dan 2,22 persen.

Tren peningkatan NPL telah terjadi sejak akhir 2019 yang berada pada posisi 2,53 persen, kemudian Maret 2020 menjadi 2,77 persen. Posisi NPL terus naik menjadi 2,89 persen pada April 2020, Mei 2020 3,01 persen, dan Juni 2020 3,11 persen.

"Slightly meningkat dan ini adalah betul-betul nasabah yang memang kenyataannya mengalami peningkatan tetapi tidak dalam konteks restrukturisasi," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan OJK kredit bermasalah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top