Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Restrukturisasi Kredit, OJK: Bank Besar Lebih Banyak Revisi Rencana Bisnis

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bank-bank melakukan evaluasi dan memperbaiki risk appetitenya di tengah pandemi. Hal tersebut juga tergantung dengan seberapa banyak bank-bank menghadapi permintaan restrukturisasi.
Azizah Nur Alfi
Azizah Nur Alfi - Bisnis.com 30 Juli 2020  |  14:24 WIB
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan berada di dekat logo Otoritas Jasa Keuangan di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan telah menerima pengajuan revisi rencana bisnis bank (RBB), terutama berasal dari bank kelompok bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV atau bank dari kelompok permodalan paling besar.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan bank-bank melakukan evaluasi dan memperbaiki risk appetite di tengah pandemi. Hal tersebut juga tergantung dengan seberapa banyak bank-bank menghadapi permintaan restrukturisasi.

"Kalau kita lihat sebenarnya BUKU IV lebih banyak melakukan revisi. Karena memang restrukturisasi kredit itu banyak dihadapi oleh bank BUKU IV, terutama bank Himbara. Sehingga mereka merevisi kreditnya agak sedikit dalam ke bawah," katanya dalam diskusi online, Kamis (30/7/2020).

Lewat upaya revisi rencana bisnis, perbankan tengah perbankan tengah melakukan penyesuaian untuk menghadapi pandemi. Menurutnya, hal ini mencerminkan risk appetite yang bagus. Seiring tren restrukturisasi yang mulai melandai, perbankan meyakini pertumbuhan bisnis dapat lebih tinggi pada tahun depan.

Dengan revisi RBB tersebut, proyeksi pertumbuhan kredit pada tahun ini diturunkan dari 9,85% menjadi 2,14% secara yoy. Sementara itu, proyeksi pertumbuhan DPK direvisi dari 9,57% direvisi turun ke bawah menjadi 5,28% secara year on year (yoy). Adapun, pertumbuhan aset sebesar 8,35% sebelum revisi menjadi 3,98% setelah revisi.

Meski begitu, Heru menyebut rasio kecukupan modal perbankan atau Car Adequacy Ratio (CAR) masih cukup kuat yaitu 21,71%, sedangkan NPL direvisi menjadi sekitar 3%. Meski NPL sedikit naik, tetapi NPL net tetap di kisaran 1%. "Itu artinya walaupun NPL meningkat menjadi 3%, tapi bank-bank kita punya cadangan yang kuat untuk menghadapi berbagai kemungkinan," imbuhnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan kredit OJK
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top