Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Panin Sudah Serahkan Revisi Rencana Bisnis ke OJK

Pada awal tahun, emiten dengan kode saham PNBN ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7-8 persen pada 2020.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 19 Juli 2020  |  20:16 WIB
Karyawan PT Bank Panin Tbk tengah menawarkan produk kepada nasabah. - Bisnis.com
Karyawan PT Bank Panin Tbk tengah menawarkan produk kepada nasabah. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Panin Tbk. telah menyampaikan revisi rencana bisnis bank (RBB) kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Pada awal tahun, emiten dengan kode saham PNBN ini menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7-8 persen pada 2020.

Kendati demikian, Presiden Direktur Bank Panin Herwidayatmo masih enggan membeberkan revisi RBB perseroan tersebut.

"Untuk angkanya belum bisa kami keluarkan dulu. Masih belum disetujui OJK. Kami masih lihat lagi perhitungannya, soalnya OJK belum setuju" katanya, Minggu (19/7/2020).

Adapun, Herwid memaparkan posisi keuangan sementara per 30 Juni 2020 adalah 2,9 persen untuk rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL), Rp1,3 triliun untuk laba bersih, dan 90,8 persen untuk rasio pinjaman terhadap simpanan (loan to deposits ratio/LDR).

Herwidayatmo memastikan Bank Panin tetap akan menyalurkan kredit meski akan sangat selektif. Ekspansi kredit terutama hanya kepada para nasabah lama, yang dikenal dengan baik kemampuan dan kinerjanya.

"Pada situasi yang masih serba tidak menentu, karena pandemi Covid-19 ini, semua pihak harus berhati-hati dan mengutamakan penjagaan kesehatan bank," imbuhnya.

Dari sisi kinerja, Bank Panin mencatatkan laba bersih senilai Rp731 miliar pada kuartal I/2020, atau turun dari perolehan periode sama tahun lalu Rp843 miliar.

Manajemen Bank Panin menyebutkan perolehan tersebut seiring dengan total kredit yang diberikan sebesar Rp150,6 triliun, sedikit lebih rendah dari posisi Maret 2019 yang sebesar Rp153,2 triliun.

Meski demikian, dana pihak ketiga mencapai Rp135,9 triliun dengan posisi dana murah (current account saving account/CASA) di level 38,1 persen. Bank Panin menargetkan kenaikan pertumbuhan CASA dengan cara memperbesar basis nasabah guna menjaga net interest margin (NIM) mencapai 5,23 persen.

Selain itu, manajemen Bank Panin juga terus meningkatkan efisiensi dan memanfaatkan teknologi digital banking guna memperbesar kemampuan perolehan laba tahun ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank panin revisi rbb emiten bank
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top