Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Simpanan Valas BCA Tumbuh 9,2 Persen di Tengah Pandemi

Hingga semester I/2020, BCA mencatatkan penghimpunan dana pihak ketigas senilai Rp761,6 triliun.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  14:40 WIB
Nasabah melalukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Jakarta, Senin (9/7/2018). Bisnis - Nurul Hidayat
Nasabah melalukan transaksi lewat mesin anjungan tunai mandiri (ATM) milik PT Bank Central Asia Tbk (BCA) di Jakarta, Senin (9/7/2018). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) dalam bentuk valuta asing di PT Bank Central Asia Tbk. masih tumbuh positif di masa pandemi.

Executive Vice President Secretariat & Corporate Communication BCA Hera F Haryn mengatakan hingga semester I/2020, perseroan mencatatkan pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 13,0 persen menjadi Rp761,6 triliun.

Pertumbuhan DPK BCA ditopang oleh pertumbuhan dana murah, yakni giro dan tabungan yang tumbuh 12,8 persen YoY mencapai Rp575,9 triliun. Dana murah berkontribusi sebesar 75,6 persen dari total dana pihak ketiga pada Juni 2020.

Sementara itu, DPK valas BCA tercatat sebesar Rp51,7 triliun. Penghimpunan DPK dalam bentuk valas di BCA tercatat tumbuh 9,2 YoY. Porsi simpanan valas terhadap total DPK mencapai 6,79 persen hingga semester I/2020.

"Ke depannya, BCA akan tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan transaksi valas sesuai dengan kebutuhan nasabah dalam berbagai jenis mata uang," katanya kepada Bisnis, belum lama ini.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan DPK valuta asing yang bertambah di tengah pandemi dapat berisiko bagi bank.

Adanya currency mismatch membuat rupiah berisiko melemah yang pada akhirnya akan membuat bank mengembalikan dana depisito jatuh tempo lebih mahal.

Menurutnya, outlook rupiah pada semester II/2020 cenderung berada pada teritori melemah karena tekanan eksternal. Indikasi masuknya Indonesia ke masa resesi juga akan melemahkan nilai rupaih.

"Penguatan nilai rupiah saat ini memang menguntungkan tetapi masih sangat temporer," katanya.

Bank pun diharapkan tidak terlalu menggenjot penghimpunan DPK dalam bentuk valas di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Proporsional saja karena ada resiko yang mengikuti jika rupiah terdepresiasi cukup dalam," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca dpk simpanan valas
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top