Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Data Terbaru, 158 Fintech Berizin dan Terdaftar di OJK per 5 Agustus

Sampai dengan 5 Agustus 2020, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 158 perusahaan.
Ropesta Sitorus
Ropesta Sitorus - Bisnis.com 07 Agustus 2020  |  20:13 WIB
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr
Ilustrasi solusi teknologi finansial - flickr

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data terbaru terkait jumlah penyelenggara jasa keuangan berbasis digital atau financial technology (fintech) yang sudah mengantongi izin dan terdaftar di otoritas.

Sampai dengan 5 Agustus 2020, total jumlah penyelenggara fintech terdaftar dan berizin adalah sebanyak 158 perusahaan.

"Terdapat 1 penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending yang melakukan perubahan nama, yaitu PT Lufax Technology Indonesia berubah nama menjadi PT Ringan Teknologi Indonesia," demikian pernyataan OJK yang dikutip Bisnis, Jumat (7/8/2020).

OJK juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan jasa penyelenggaraan fintech peer to peer lending yang sudah terdaftar/berizin dari OJK. Informasi selengkapnya untuk mengetahui legalitas perusahaan fintech dapat ditemukan di sini.

Dalam kesempatan terpisah sebelumnya, Adrian Gunadi Chairman Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menjelaskan bahwa integrasi Fintech Data Center (FDC) diperlukan seluruh penyelenggara fintech P2P lending.

Pasalnya, pria yang juga Co-Founder & CEO PT Investree Radhika Jaya (Investree) ini percaya bahwa FDC akan memberikan dampak signifikan bagi seleksi pinjaman-pinjaman Investree, maupun 157 platform P2P lending lain yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Dengan adanya konektivitas tersebut, para pelaku di industri fintech lending dapat melakukan mitigasi risiko yang lebih menyeluruh dan mengurangi potensi adanya fraud. Hal ini sangat bermanfaat bagi para lender, penyedia layanan fintech lending, serta ekosistem bisnis pinjam-meminjam," jelasnya kepada Bisnis, Selasa (28/7/2020).

Dengan kata lain, para penyelenggara akan lebih mampu meningkatkan pengelolaan kualitas portofolio pinjaman dan meningkatkan kenyamanan mendanai bagi para lender.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pembiayaan OJK fintech
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top