Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Mulai Menggeliat, Bagaimana Permintaan Kredit Pariwisata di BRI?

Corporate Secretary (Corsec) BRI Amam Sukriyanto mengatakan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat kembali dan beberapa destinasi yang mulai dibuka umum membuat permintaan kredit dari sektor pariwisata bertumbuh.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 11 Agustus 2020  |  22:40 WIB
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam
Karyawan menanta uang rupiah di kantor cabang Bank BRI syariah, Senin (3/7/2017). Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. melihat adanya pertumbuhan kredit dari sektor pariwisata mulai Juni 2020 sejak kebijakan dpembatasan sosial berskala besar (PSBB) mulai dilonggarkan.

Corporate Secretary (Corsec) BRI Amam Sukriyanto mengatakan aktivitas ekonomi yang mulai menggeliat kembali dan beberapa destinasi yang mulai dibuka umum membuat permintaan kredit dari sektor pariwisata bertumbuh.

Bahkan, di tengah kondisi pandemi, 'Bang Wong Cilik" itu masih menyalurkan kredit kepada sektor pariwisata sebagai upaya menyelamatkan dan membangkitkan pelaku UMKM. Meskipun, penyaluran kredit ke sektor tersebut tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.

Hanya saja, Amam tidak menyebutkan secara rinci penyaluran kredit BRI ke sektor pariwisata. "Strategi BRI, melakukan penyaluran secara kredit selektif serta aktif melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang terdampak," katanya kepada Bisnis, Selasa (11/8/2020).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan, pertumbuhan kredit sektor akomodasi dan penyediaan makan minum mengalami perlambatan pada Mei 2020 sebesar 8,23% dari sebelumnya tumbuh 11,1% pada April 2020. Bahkan, sejak awal tahun, pertumbuhan kredit sektor tersebut mampu berada di angka double digit.

Selain penyaluran kredit sektor akomodasi dan penyediaan makan minum yang mengalami perlambatan, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) sektor tersebut juga meningkat. Pada Mei 2020, realisasi NPL sektor akomodasi dan penyediaan makan minum mencapai 6,21% atau naik dibandingkan posisi April 2020 yang sebesar 5,67%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank bri perbankan kredit
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top