Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mayoritas Penggunanya Aktif, KoinWorks Ingin Lebih dari P2P Lending Biasa

Percepatan pengembangan produk merupakan keniscayaan. Pasalnya, pengguna KoinWorks tumbuh dengan cepat dan bukan sekadar 'setor nama' atau mendaftar saja.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 20 Agustus 2020  |  14:51 WIB
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).
Karyawan menunjukan aplikasi KoinWorks saat meluncurkan KoinP2P di Jakarta, Kamis (20/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Persaingan ketat di antara para pelaku teknologi finansial peer-to-peer lending (Fintech P2P Lending) untuk berlomba merangkul sebanyak mungkin pengguna, justru memacu PT Lunaria Annua Teknologi (KoinWorks) untuk terus berinovasi.

Chief Executive Officer (CEO) sekaligus Co-Founder KoinWorks Benedicto Haryono menyatakan bahwa fenomena ini justru membuat pihaknya semakin percaya diri mempercepat lebih banyak inovasi produk dalam mengembangkan platform.

"Makanya kami terus mem-branding diri sebagai Super Financial App. Beragam produk yang kami persiapkan, rencananya keluar dalam waktu dekat. KoinWorks akan beyond P2P lending, kami ingin menyediakan sebanyak mungkin layanan untuk para pengguna," ujarnya dalam wawancara khusus kepada Bisnis, Rabu (19/8/2020).


Menurut pria yang akrab disapa Ben ini, percepatan pengembangan produk merupakan keniscayaan. Pasalnya, Ben mengungkap pengguna KoinWorks tumbuh dengan cepat, dan nyatanya bukan sekadar 'setor nama' atau mendaftar saja, tetapi didominasi pengguna aktif.

Ben mencatat ada pertumbuhan pengguna sebesar 41 persen (year-on-year/yoy) pada semester I/2020, sehingga kini total lebih dari 519.000 pengguna yang terdaftar di platform KoinWorks, dengan lebih dari 70 persen di dalamya merupakan pengguna aktif produk-produk KoinWorks.

Bisnis mencoba mengulik lebih dalam terkait apa saja langkah KoinWorks dalam mengembangkan produk-produknya di era masa new normal ini. Menariknya, kebanyakan tetap mencatatkan kinerja positif walaupun sempat terpuruk akibat Covid-19.

Prestasi terbaik jelas dicatatkan oleh produk eksisting di ranah P2P lending bertajuk KoinP2P, baik dari sisi pendana (lender) maupun peminjam (borrower).


Dari sisi lender, Ben optimistis para investor P2P lending ke depan semakin teredukasi, memahami risiko dengan baik, terus meramaikan pendanaan, sehingga iklim bisnis P2P lending bisa terus berkembang.

"Dari keseluruhan portfolio kami, satu user biasanya melakukan diversifikasi ke 109 pinjaman, termasuk pinjaman yang sudah dibayarkan dengan nilai rata-rata disbursement bulanan di angka Rp350 miliar," ungkapnya.

Ben mengungkap bahwa kinerja positif ini dijaga dengan upaya KoinWorks mengawasi para borrower yang terdampak sehingga KoinWorks masih menjaga nilai non-performing loan atau tingkat wanprestasi pinjaman 90 hari (TWP-90) di kisaran angka 1 persen.

"Tentu saja, kami beserta para borrower juga terdampak pandemi. Kami berupaya terus menjaga angka TWP-90 dengan sounding Covid-19 sejak dini warning untuk berhati-hati sudah dilakukan sejak Februari. Pada akhirnya KoinWorks hanya ada kenaikan sekitar 0,5 persen dari periode sebelum Covid-19," jelas Ben.

Logo KoinWorks/Istimewa

Upaya menjaga angka kredit bermasah juga dilakukan dengan riset untuk para borrower pelaku usaha, sehingga KoinWorks bisa memahami betul sektor-sektor mana saja yang mssih potensial untuk ditawarkan.

KoinWorks mencatat sekitar 10 persen UKM Digital peminjam KoinWorks terkena impact langsung dari pandemi Covid-19. Rata-rata pinjaman yang diajukan oleh UKM Digital melalui KoinWorks sekitar Rp200 juta hingga Rp300 juta.

Berkat hal ini pula, kenaikan penyaluran pinjaman produktif di KoinWorks selepas pandemi tercatat meningkat secara bulanan pada Juli 2020, yang disumbang oleh antusiasme beberapa sektor UKM Digital seperti sektor kesehatan, pakaian dan F&B, dan olahraga & hobi.

"Jadi kami bisa lihat, misalnya dari sektor yang menurun seperti fashion, bahkan masih ada sub-sektornya yang meningkat. Contoh pakaian perlengkapan outdoor dan bedroom fashion itu naik. Ini berkat komunikasi dan riset yang terus kami lakukan kepada para borrower," ungkap Ben.


Selain dari lini bisnis utamanya di produk P2P lending, KoinWorks juga berupaya terus memberikan penggunanya opsi-opsi diversifikasi investasi lain.

Di antaranya investasi emas, bertajuk KoinGold yang baru saja meluncur. Serta KoinBond, di mana KoinWorks akan menjadi mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) terbitan pemerintah.

"Nyatanya KoinGold mendapatkan respon positif dari pengguna kita. Dalam dua minggu pertama, penjualan emas di platform KoinWorks sudah terjual hingga Rp1 miliar. Untuk KoinBond, akan kami luncurkan dalam beberapa waktu mendatang," ungkap Ben.

Selain produk investasi, KoinWorks juga meluncurkan produk pinjaman online baru untuk para karyawan bertajuk KoinGaji. Di mana pengguna dapat mengajukan pencairan gaji lebih awal hingga 70 persen dari pendapatannya asalkan perusahaan tempat mereka bekerja sudah menjadi mitra KoinGaji.

Barangkali beragam inovasi inilah yang membuat KoinWorks mampu 'merajai' pangsa pasar P2P lending di Indonesia di Fintech Report 2019 besutan DailySocial dan Bank BRI bersama perusahaan modal venturanya, BRI Ventures.

KoinWorks mampu menduduki posisi tertinggi dari sisi tingkat awareness masyarakat terhadap P2P lending di Indonesia dengan porsi total awareness 52,8 persen dari populasi.

Disusul lima penyelenggara P2P lending lain, yakni Investree (51,2 persen), Modalku (47,2 persen), Amartha (46,1 persen), Akseleran (35,4 persen), dan ModalRakyat (32,3 persen).

Dari sisi porsi pengguna selama 2019 pun, KoinWorks menduduki posisi pertama dengan pangsa 29,9 persen, disusul Investree (22 persen), Modalku (20,5 persen), Amartha (16,5 persen), ModalRakyat (12,2 persen), DanaMas (10,6 persen), dan Akseleran (10,2 persen).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

P2P lending Koinworks
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top