Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wacana Insentif Pajak Mobil Baru: Bisa Jadi Momentum Multifinance Pangkas DP

Kebijakan ini bisa menjadi momentum multifinance lebih berani menurunkan uang muka (DP) menjadi lebih ringan, demi menggenjot penyaluran pembiayaan.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 16 September 2020  |  16:09 WIB
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS
Deretan mobil tampak di luar ruang pamer Volvo di London, Inggris, 4 Oktober 2013. / REUTERS

Bisnis.com, JAKARTA - Wacana pemerintah membangkitkan sektor otomotif lewat insentif pembebasan pajak mobil baru disambut baik pelaku perusahaan pembiayaan atau multifinance.

Tak terkecuali PT Indomobil Finance Indonesia (Indomobil Finance), multifinance anak usaha agen tunggal pemegang merek (ATPM) Grup Indomobil, yang tentunya bertumpu pada pembiayaan sektor otomotif.

Chief Executive Officer Indomobil Finance Gunawan Effendi mengungkap bahwa wacana ini merupakan kabar baik industri pembiayaan dan para konsumennya.

"Saya belum tahu detail rencana pembebasan pajaknya. Tapi yang pasti, bila harga kendaraan semakin murah, tentunya semakin banyak potensial customer yang lebih sanggup membeli," jelasnya kepada Bisnis, Rabu (16/9/2020).

Gunawan memperkirakan kebijakan ini tentunya bisa menjadi momentum perseroan dan para multifinance lain lebih berani menurunkan uang muka (DP) menjadi lebih ringan, demi menggenjot penyaluran pembiayaan.

"Uang muka yang perlu disiapkan juga akan lebih kecil bila harga kendaraan menjadi lebih murah. Namun, tetap tergantung dari banyak faktor, antara lain jenis produk kendaraan, lokasi, bunga jual, profesi debitur dan kelayakan kredit, serta tingkat kompetisi," tambahnya.

Namun demikian, Gunawan menjelaskan bahwa kehati-hatian tetap menjadi prinsip utama perusahaan pembiayaan, di tengah masih berlangsungnya ketidakpastian ekonomi akibat pandemi Covid-19.

Oleh sebab itu, pertimbangan dalam memberikan pembiayaan tetap akan mengedepankan analisa risk and return.

Gunawan menekankan, jangan sampai di tengah daya beli sektor otomotif yang nantinya terdongkrak karena insentif tersebut, multifinance termakan euforia atau tidak dapat mengelola risiko dengan baik, sehingga justru berpotensi mengakibatkan kerugian.

Seperti diketahui, Kementerian Perindustrian sedang mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru kepada Kementerian Keuangan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya mengungkap upaya ini diharapkan dapat menstimulus pasar, mendongkrak daya beli masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor otomotif di tengah masa pandemi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

multifinance leasing pajak mobil
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top