Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dorong Penetrasi Asuransi Terbaik, CEO Pasar Polis Sebut Tiga Hal Ini

Persoalan klaim bagi nasabah asuransi menjadi salah satu persoalan utama yang kerap menggerus kepercayaan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 04 Oktober 2020  |  15:29 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan beraktifitas di dekat deretan logo-logo perusahaan asuransi di Kantor Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) di Jakarta, Selasa (22/9/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Untuk menumbuhkan penetrasi asuransi terbaik di Indonesia dibutuhkan penyelesaian tiga masalah utama yang masih membelit.

Founder dan CEO PT Pasar Polis Indonesia Cleosent Randing menjelaskan bahwa terdapat tiga masalah utama yang perlu diselesaikan untuk membawa asuransi bagi sebanyak mungkin masyarakat Indonesia.

Pertama, menurut dia adalah masih sulitnya masyarakat dalam memperoleh asuransi. Kesulitan itu bukan sekadar ketersediaan produk asuransi, tetapi juga berkaitan dengan pemahaman dalam membeli asuransi tersebut.

"Saat ini asuransi di benak masyarakat itu masih ribet, itu harus dipecahkan dengan akses melalui proses registrasi yang mudah, lalu apply [pembelian asuransi] pun harus mudah," ujar Cleosent kepada Bisnis, Jumat (2/10/2020).

Kedua proses klaim asuransi di Indonesia kerap belum efisien sehingga memberikan keraguan masyarakat. Hal tersebut dapat terjadi di antaranya karena proses klaim memerlukan sejumlah dokumen dan waktu cukup lama.

Menurut Cleosent, kendala ini dapat dijembatani melalui teknologi bersamaan dengan kendala pertama. Adanya platform seperti PasarPolis dapat membantu masyarakat menyelesaikan seluruh proses berasuransi melalui gawainya.

Ketiga, premi asuransi di Indonesia menurutnya masih belum begitu terjangkau. Cleosent menilai bahwa besaran premi yang ada saat ini relatif masih memberatkan bagi masyarakat menengah ke bawah, padahal segmen itu pun memerlukan proteksi asuransi.

Dia menjelaskan bahwa keberadaan insurtech yang tergabung ke dalam ekosistem ekonomi digital dapat memudahkan munculnya proteksi yang murah. Hal tersebut dapat terjadi karena proteksi asuransi dapat tersedia dalam berbagai kebutuhan sehari-hari, sehingga proteksi yang murah dapat tersedia.

Industri asuransi perlu fokus dalam menemukan solusi dari permasalahan tersebut agar dapat bisa meningkatkan penetrasi asuransi, yang dalam beberapa tahun terakhir belum mencapai angka 2 persen. Padahal, industri selalu berharap penetrasi dapat menyentuh angka 5 persen.

"Untuk memanfaatkan teknologi ini industri asuransi harus bisa lebih baik, industri harus melihat konsumen, bukan kompetitor, karena melihat dan berorientasi kepada konsumen adalah sifat paling kompetitif. Kita harus memperbaiki masalah dulu, baru mengoptimalkan kesempatan," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi asuransi kesehatan
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top