Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Suntikan Modal Bank Panin Dubai Syariah (PNBS) Dijadwalkan Ulang, Ada Apa?

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (5/10/2020), perseroan menyebutkan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dilakukan penjadwalan ulang.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 05 Oktober 2020  |  18:35 WIB
Karyawati melayani nasabah di kantor Bank Panin Dubai Syariah di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya
Karyawati melayani nasabah di kantor Bank Panin Dubai Syariah di Jakarta. - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. melakukan penjadwalan ulang dari aksi korporasi Penawaran Umum Terbatas II (PUT II) pada tahun ini.

Dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (5/10/2020), perseroan menyebutkan penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dilakukan penjadwalan ulang. Sayangnya, perseroan tak menyebutkan alasan dari penundaan tersebut.

"Jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut mengalami perubahan dan perubahan atas jadwal pelaksanaan aksi korporasi tersebut akan disampaikan kemudian," sebut manajemen.

Bank Panin Dubai Syariah sebelumnya mengumumkan rencana PUT II Tahun 2020 dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD). Jumlah saham yang diterbitkan rencananya sebanyak 14,85 miliar lembar atau 38,27 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT dengan nominal Rp100 per saham.

Dengan demikian, total nilai saham yang akan diterbitkan sebesar Rp1,48 triliun. Dalam prospektus yang diterbitkan pada 10 Agustus 2020 disebutkan HMETD dapat diperdagangkan di BEI dan di luar bursa mulai 9 Oktober sampai 15 Oktober.

Seluruh dana yang diperoleh dari PUT II ini, setelah dikurangi biaya-biaya emisi yang menjadi kewajiban perseroan, akan dipergunakan untuk memperkuat struktur permodalan.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Bank Pan Indonesia Tbk. Herwidayatmo mengatakan perseroan akan meningkatkan modal Bank Panin Dubai Syariah ke Rp3 triliun sebelum tahun 2022.

"Kami sudah melakukan perumusan. Kami akan suntik sekitar Rp1,5 triliun. Kami harap bisa efektif bulan ini," katanya.

Dia menyebutkan Bank Panin akan menjadi stand by buyer dan mampu menyerap setiap saham yang tidak diserap pemegang saham lainnya.

Dia memamparkan, PNBS rencananya akan menerbitkan 14,85 miliar saham baru, atau sekitar 38,27 persen dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh.

Adapun, harga saham PNBS berada pada 50 per lembar saham. Posisi kepemilikan saham Bank Panin Syariah adalah Bank Panin sebesar 53,70 persen, Dubai Islamic Bank PJSC dengan 38,25 persen, dan masyarakat sisanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah right issue Bank Panin Syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top