Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Cegah Kejahatan Perbankan, BRI Rancang Kerja Sama dengan Operator Seluler

Chief Information Security Officer (CISO) Bank Rakyat Indonesia Muharto mengakui SIM swap merupakan momok bagi perbankan yang selama ini sulit dikontrol pencegahannya.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 07 Oktober 2020  |  14:52 WIB
Gedung BRI - bri.co.id
Gedung BRI - bri.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. sedang merancang sistem yang memberikan peringatan akan pergantian nomor kartu nasabah untuk menghindari kejahatan yang melibatkan kartu SIM (Subscriber Identification Module) alias SIM swap.

Chief Information Security Officer (CISO) Bank Rakyat Indonesia Muharto mengakui SIM swap merupakan momok bagi perbankan yang selama ini sulit dikontrol pencegahannya. Pelaku kejahatan akan memanfaatkan kartu SIM nasabah yang telah tidak dipakai untuk digunakan bertransaksi dan menguras dana di rekening.

Menurutnya, upaya pencegahan SIM swap memerlukan kerja ekstra karena melibatkan pihak ketiga yakni operator seluler penerbit kartu. SIM swab ini pun masih terjadi karena layanan perbankan yang masih berbasis pesan singkat ke nomor kartu SIM atau sms.

Lantaran hal tersebut, Muharto menilai kerja sama dengan pihak ketiga yakni operator seluler penerbit kartu SIM sangat perlu dilakukan. Kerja sama tersebut berupaa pemberian peringatan kepada bank apabila ada usaha dari orang yang menggunakan nomor kartu yang telah tidak dipakai sehingga nomor bersangkutan bisa diblokir dari transkasi perbankan.

"Kita harapkan ada pemberitahuan ke seluruh bank berhubungan dengan nomor SIM card bahwa SIM card sedang masa percobaan untuk diganti sehingga kalau misalnya ada yang terpasang yang dimiliki bank harus segera blokir. Kita sekarang rancang itu bersama Telkomsel, next dengan provider lain," katanya dalam webinar Perbanas, Rabu (7/10/2020).

Menurutnya, selain masalah SIM swap, ada sejumlah persoalan lain yang perlu perbankan waspadai untuk mencegah terjadinya kejahatan. Ancaman malware misalnya yang saat ini semakin meningkat tajam seiring dengan perkembangan teknologi digital perbankan.

Ada pula kasus skimming hingga fishing yang akan mengirim email secara acak ke nasabah. BRI, menurutnya, berupaya mengadopsi teknologi terbaru dan melakukan pengamanan mesin ATM untuk mencegah pemasangan alat skimming agar kejahatan tersebut tidak terjadi.

"Dengan adopsi teknologi baru, risiko yang baru juga akan muncul, kita pun berusaha agar tidak dikelabui dengan pencurian data," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan bri sim card kejahatan siber
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top