Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

OJK: Premi Asuransi Kesehatan terus Meningkat, Ini Resepnya

OJK menilai bahwa pandemi Covid-19 sebagai masalah kesehatan membuat masyarakat pun mengkhawatirkan semakin tingginya risiko kesehatan itu.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 11 Oktober 2020  |  09:12 WIB
Kepala Eksekutif Bidang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi (tengah) bersama Kepala Departmen Pengawasan IKNB (Asuransi, Dapen) Ahmad Nasrullah (kanan) dan Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK Anggar B Nurani (kiri) memberikan penjelasan kepada media di Jakarta, Senin (24/2/2020). Acara tersebut membahas update soal perkembangan industri keuangan Non-Bank dan reformasi IKNB. Bisnis - Hendri Tri Widi Asworo
Kepala Eksekutif Bidang Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) dan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi (tengah) bersama Kepala Departmen Pengawasan IKNB (Asuransi, Dapen) Ahmad Nasrullah (kanan) dan Deputi Komisioner Pengawas IKNB I OJK Anggar B Nurani (kiri) memberikan penjelasan kepada media di Jakarta, Senin (24/2/2020). Acara tersebut membahas update soal perkembangan industri keuangan Non-Bank dan reformasi IKNB. Bisnis - Hendri Tri Widi Asworo

Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan atau OJK menyatakan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan risiko kesehatan oleh asuransi terus meningkat selama masa pandemi virus corona, seiring tumbuhnya premi asuransi kesehatan.

Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) OJK Riswinandi menilai bahwa pandemi Covid-19 sebagai masalah kesehatan membuat masyarakat pun mengkhawatirkan semakin tingginya risiko kesehatan itu. Masyarakat pun memilih asuransi sebagai salah satu tempat untuk memitigasi risiko itu.

"Awareness lebih tinggi terhadap pengelolaan kesehatan tercermin dari data premi asuransi kesehatan yang masih mengalami kenaikan 13,2% year-on-year [yoy] pada Agustus 2020, walaupun akumulasi premi asuransi secara agregat masih mengalami penurunan 6,1%," ujar Riswinandi pada Jumat (9/10/2020).

Merujuk kepada data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI), perolehan premi asuransi umum pada semester I/2020 tercatat senilai Rp37,6 triliun. Jumlah tersebut menurun 6,1% (yoy) dibandingkan dengan perolehan premi semester I/2019 senilai Rp40,04 triliun.

Berdasarkan data semester I/2020 itu, lini bisnis asuransi kecelakaan diri (personal accident) yang salah satunya mencakup asuransi kesehatan membukukan premi Rp4,15 triliun. Jumlah itu tumbuh 15,6% (yoy) dari posisi semester I/2019 dengan premi senilai Rp3,59 triliun.

Produk asuransi kesehatan dijual oleh perusahaan asuransi umum dan asuransi jiwa, tetapi industri asuransi jiwa tidak mempublikasikan data khusus terkait kinerja kuartalan dan semesteran dari lini bisnis tersebut. Adapun, secara industri, kinerja asuransi jiwa masih tertekan pada paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), industri itu membukukan pendapatan premi Rp88,02 triliun atau menurun 2,5% (yoy) dari semester I/2019 senilai Rp90,25 triliun. Kedua jenis premi industri asuransi jiwa mencatatkan penurunan kinerja.

Perolehan premi baru semester I/2020 senilai Rp53,12 triliun tercatat turun 2,7% (yoy) dibandingkan dengan semester I/2019 senilai Rp54,56 triliun. Adapun, pada semester I/2020 perolehan premi lanjutan tercatat senilai Rp34,91 triliun atau turun 2,2% (yoy) dari semester I/2019 senilai Rp35,68 triliun.

Riswinandi menilai bahwa industri asuransi harus gencar mengampanyekan pentingnya upaya pencegahan penyebaran virus corona dan mitigasi risikonya. Hal tersebut karena asuransi merupakan pihak yang paling memahami pengendalian risiko finansial.

"Sebagai pihak yang memahami seluk beluk pengendalian risiko, industri asuransi harus bisa memberikan contoh. Perlu mengambil pelajaran dari negara lain, kolaborasi seluruh stakeholder merupakan kunci utama untuk mengendalikan penyebaran wabah," ujar Riswinandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi OJK riswinandi
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top