Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Wah! Industri Asuransi Diproyeksi Masih Terdampak Pandemi Covid-19 hingga Akhir 2021

Delama masa pandemi aktivitas perkantoran harus dibatasi guna menekan penyebaran Virus Corona, disertai dengan penerapan protokol kesehatan.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 Oktober 2020  |  13:17 WIB
Wah! Industri Asuransi Diproyeksi Masih Terdampak Pandemi Covid-19 hingga Akhir 2021
Kantor Asuransi Jasindo Syariah/http://www.jasindosyariah.co.id -
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Dampak pandemi Covid-19 terhadap industri asuransi diperkirakan akan terjadi hingga melewati semester II/2020. Hal tersebut terjadi karena industri merupakan bagian dari sistem ekonomi global.

Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Riswinandi. Dia menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 membuat aktivitas bisnis, termasuk di industri asuransi tidak bisa berjalan maksimal.

Menurutnya, selama masa pandemi aktivitas perkantoran harus dibatasi guna menekan penyebaran virus, disertai dengan penerapan protokol kesehatan. Kondisi itu pun berimbas kepada kegiatan ekonomi yang tidak dapat dilakukan dalam full capacity.

"Sebagai bagian dari sistem ekonomi global, industri asuransi ikut merasakan dampaknya. Global market outlook oleh Insurance Information Institute [I.I.I], imbasnya [terhadap industri asuransi] dapat terus berlangsung hingga atau melampaui semester II/2021," ujar Riswinandi pada Jumat (9/10/2020).

Proyeksi I.I.I, asosiasi asuransi di Amerika Serikat itu membuat industri asuransi harus membuat penyesuaian strategi bisnis dalam jangka pendek hingga menengah. Menurut Riswinandi, pemanfaatan teknologi informasi secara optimal perlu menjadi perhatian utama.

Dia menjelaskan bahwa pemanfaatan teknologi itu akan berpengaruh dalam dua hal besar. Pertama, mendukung operasional usaha di tengah kondisi kerja di rumah atau work from home (WFH).

Kedua, pemanfaatan teknologi pun memungkinkan perusahaan asuransi untuk menjaga interaksinya dengan konsumen, baik itu nasabah eksisting maupun calon nasabah. Mengingat dalam kondisi saat ini pertemuan tatap muka, yang lumrah dalam pemasaran asuransi menjadi sulit dilakukan.

"Pandemi saat ini merupakan momentum yang tepat bagi pelaku industri asuransi dalam hal pemanfaatan teknologi. Menjangkau nasabah baru dan interaksi nasabah eksisting," ujarnya.

Riswinandi pun menjelaskan bahwa sebagai regulator, OJK mendorong perusahaan asuransi untuk terus beradaptasi dengan melakukan perubahan di industri dan inovasi dalam produk asuransi. Inovasi itu perlu dilakukan dengan hati-hati dan perhitungan yang matang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi OJK covid-19
Editor : Nancy Junita
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top