Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BSM, BNI Syariah & BRI Syariah Merger, Begini Nasib Karyawannya

Tiga bank syariah yang dimiliki oleh bank BUMN bakal dimerger, lalu bagaimana nasib para karyawannya?
Hendri Tri Widi Asworo & M. Richard
Hendri Tri Widi Asworo & M. Richard - Bisnis.com 13 Oktober 2020  |  10:57 WIB
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa
Logo Bank Syariah milik BUMN - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Mega merger bank syariah milik bank BUMN sudah ketok palu setelah tiga pemegang saham meneken nota kesepemahaman Senin (12/10/2020).

Lalu bagaimana dengan nasib karyawan di PT Bank Mandiri Syariah (BSM), PT Bank BNI Syariah dan PT Bank BRI Syariah Tbk?

Direktur Utama BRI Syariah Ngatari angkat bicara mengenai status karyawan ketiga bank yang akan dimerger. Dia memastikan bahwa tidak akan ada pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap semua karyawan.

"Tidak ada," ujarnya dalam pesan singkat kepada Bisnis saat ditanya mengenai apakah akan ada PHK, Selasa (13/10/2020).

Demikian juga mengenai kantor cabang, menurutnya, tidak akan ada penutupan. Kantor dari tiga bank syariah akan disinergikan satu dengan lainnya sehingga akan menambah daya jangkau bank hasil merger tersebut. 

Berdasarkan data yang dihimpun Bisnis, saat ini jumlah karyawan tetap ketiga bank tersebut sedikitnya 18.734 orang. Perinciannya, BSM sekitar 8.400 karyawan, BNI Syariah 5.723 karyawan (data per 2019), dan BRI Syariah 4.611 karyawan.

Dihubungi terpisah, Senior Faculty LPPI Moch. Amin Nurdin berpendapat potensi pemutusan hubungan kerja secara besar tidak akan terlalu kuat. Pasalnya, menurut dia efisiensi bank-bank syariah yang menjadi kandidat mega merger saat ini tergolong sangat baik.

"Lagi pula entitas baru tetap membutuhkan tenaga yang besar untuk persiapan ekspansi usaha ke depan," sebutnya, Selasa (13/10/2020).

Perlu diketahui, beban operasional terhadap pendapatan operasional Bank Mandiri Syariah, Bank BRI Syariah, dan Bank BNI Syariah adalah masing-masing sebesar 81,26 persen, 89,93 persen, dan 82,88 persen.

Meski demikian, Amin tak menampik efisiensi akan dilakukan cukup intensif. Pasalnya, mega merger melibatkan 3 bank yang banyak membuat kantor jaringan saling berdekatan.

"Namun, penutupan juga tidak akan terlalu agresif lantara kantor-kantor cabang utama di kota-kota besar yang dimiliki bank syariah saat ini tidak terlalu besar untuk menampung tenaga kerja yang jumlahnya besar tersebut," sebutnya.

Adapun, terkait penggabungan bank syariah besar yang dimiliki bank pelat merah, Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan Indonesia sebagai negara dengan populasi umat muslim terbesar di dunia sudah sepantasnya Indonesia memiliki bank syariah yang kuat.

Oleh karena itu, sambungnya, pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN berinisiatif untuk melakukan penandatanganan conditional merger agreement untuk menyatukan ketiga bank syariah nasional, yakni BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri, dan BNI Syariah menjadi satu entitas.

“Langkah ini merupakan tonggak sejarah untuk kita semua. Tonggak pertama persiapan dan tinjauan-tinjauan untuk merealisasikan rencana penggabungan bank-bank syariah nasional. Dengan bergabungnya rekan-rekan semua menjadi dalam satu bank, satu keluarga Insyaallah Indonesia akan memiliki bank syariah terbesar,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank syariah tenaga kerja bank bumn merger bank syariah
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top