Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dirilis Mei 2020, Pengguna Fitur PayLater Blibli Meningkat Pesat

Bahkan, selama pandemi, Blibli PayLater telah membantu pelanggan mendapatkan kebutuhan hidup, terlihat dari penggunaan Blibli PayLater yang mayoritas dipusatkan pada pembelanjaan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari, terutama minyak goreng, gula, dan beras.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  19:51 WIB
Salah satu BlibliCintaBumi Collection Boxes yang tersedia untuk mengumpulkan beragam sampah plastik dan kardus bekas untuk selanjutnya didaur ulang. - Istimewa
Salah satu BlibliCintaBumi Collection Boxes yang tersedia untuk mengumpulkan beragam sampah plastik dan kardus bekas untuk selanjutnya didaur ulang. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -  Platform e-commerce PT Global Digital Niaga atau Blibli menyatakan bahwa fitur PayLater milik perseroan memiliki performa positif dan terus mengalami peningkatan jumlah pengguna.

Sebelumnya fitur ini diluncurkan pada Mei 2020 lalu, merupakan hasil kolaborasi dengan platform fintech lending PT Artha Dana Teknologi atau Indodana.

Fitur PayLater dengan limit kredit hingga Rp8 juta ini berupaya mengakomodasi kebutuhan para pelanggan di tengah pandemi, dan mendorong inklusi keuangan dengan menyediakan akses ke fasilitas kredit di platform yang praktis dan aman.

Vice President of Business Development Blibli William Hadibowo mengatakan PayLater berkonsep “belanja sekarang, bayar nanti” ini menunjukkan performa positif di mana jumlah pengguna meningkat signifikan. 

Pengguna Blibli PayLater di Blibli mengalami rata-rata peningkatan sebesar 63 persen tiap bulannya oleh para pengguna yang tersebar di 22 kota di Indonesia.

"Blibli berkomitmen untuk memberikan pengalaman berbelanja yang terbaik bagi pelanggan. Sebab itu, Blibli bekerja sama dengan Indodana untuk menghadirkan Blibli PayLater sebagai solusi yang kian memudahkan transaksi pelanggan karena terintegrasi penuh ke platform Blibli," ujar William dalam keterangannya, Kamis (22/10/2020).

Di tengah tantangan ekonomi dan finansial rumah tangga akibat pandemi Covid-19, Blibli PayLater bertujuan membantu pelanggan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari karena pelanggan bisa berbelanja saat ini dan membayar nanti.

"Terlebih, Blibli PayLater mendorong inklusi keuangan dengan membuka akses ke fasilitas kredit institutional ke pelanggan yang belum memilikinya. Berlanjutnya aktivitas konsumsi ini penting bagi pemulihan ekonomi di new normal," tambahnya.

Terkait hal ini, Blibli PayLater dirancang dengan proses registrasi yang cepat dan mudah, biaya administrasi rendah, serta cara pelunasan yang luas dan lengkap, mulai dari e-money hingga transfer bank.

Blibli PayLater pun semakin memperluas opsi pembayaran di Blibli yang mencakup 10 metode pembayaran bersama 38 mitra pembayaran.  

Bahkan, selama pandemi, Blibli PayLater telah membantu pelanggan mendapatkan kebutuhan hidup, terlihat dari penggunaan Blibli PayLater yang mayoritas dipusatkan pada pembelanjaan bahan-bahan kebutuhan sehari-hari, terutama minyak goreng, gula, dan beras.

Potensi Pinjaman via E-Commerce

Berdasarkan riset OJK[1], penggunaan peer-to-peer (P2P) lending meningkat di tengah pandemi, di mana volume pembiayaan naik 135 persen dan jumlah peminjam aktif naik 99 persen di Juli 2020 secara tahun-ke-tahun. 

Indodana, sebagai platform penyedia layanan finansial terkemuka Indonesia berlisensi OJK, mendukung upaya pemerintah atas inklusi keuangan bagi seluruh masyarakat Indonesia dengan melayani khususnya segmen under-banked dan unbanked yang belum optimal terjangkau oleh institusi keuangan formal.  

Vice President Indodana Jerry Anson mengatakan bahwa kerja sama white label PayLater dengan Blibli juga merupakan upaya Indodana untuk terus mendukung perputaran roda ekonomi Indonesia melalui sektor e-commerce di tengah pandemi dan situasi new normal.

Blibli PayLater diharapkan dapat membantu pelanggan dalam memenuhi kebutuhannya sehari-hari dan mengatur kondisi keuangannya dengan proses registrasi singkat, persetujuan cepat, pilihan pembayaran fleksibel, serta opsi cicilan yang bervariatif.

Di dukung oleh sistem pembayaran terintegrasi dengan manajemen risiko mutakhir berbasis Artificial Intelligence serta proses collection yang memenuhi standar Otoritas Jasa Keuangan (OJK). 

"Kami melihat potensi besar dari sektor e-commerce dalam mendukung perputaran roda ekonomi Indonesia, khususnya di tengah situasi pandemi yang kian tidak menentu. Besar harapan kami produk PayLater hasil kerjasama dengan Blibli ini bisa membantu masyarakat dalam mengatur keuangan dan menjembatani kesenjangan inklusi keuangan di Indonesia yang berdasarkan Bappenas diprediksi akan mencapai Rp1.400 triliun dalam 5 tahun ke depan," ungkap Jerry.

Terkait layanan ini, pelanggan tidak diharuskan untuk memiliki kartu kredit terlebih dahulu. Pelanggan juga bisa memilih melunasi kredit dalam 30 hari setelah tanggal transaksi atau membayar melalui cicilan dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan.

Ke depan demi mengoptimalkan layanan, Indodana akan terus mengembangkan produk PayLater untuk memperluas jangkauan ke lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia. 

Blibli sendiri menawarkan diskon hingga 25 persen untuk setiap pelanggan yang registrasi pada Blibli PayLater selama periode 5 Oktober - 1 November 2020.

Blibli memberi berbagai penawaran khusus tersebut untuk sebagai insentif untuk mengajak mitra bisnis, seller, dan pelanggan untuk #AyoBersama percepat pemulihan ekonomi dengan melanjutkan aktifitas konsumsi dan transaksi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

e-commerce blibli.com P2P lending
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top