Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Di Penghujung Tahun, Bos BI Masih Melihat Ruang Penurunan Suku Bunga

Beberapa indikator, di antaranya nilai tukar rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan eksternal, akan kembali di evaluasi pada RDG November 2020 mendatang.
Maria Elena
Maria Elena - Bisnis.com 27 Oktober 2020  |  16:34 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan melalui streaming di Jakarta, Rabu (18/8 - 2020), Dok. Bank Indonesia

Bisnis.com, JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRRR) masih terbuka di penghujung tahun 2020.

Sebagaimana diketahui, Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada Oktober 2020, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4 persen.

BI juga menahan suku bunga deposit facility sebesar 3,25 persen, dan suku bunga lending facility sebesar 4,75 persen.

Perry mengatakan pertimbangan utama BI menahan suku bunga sebelumnya adalah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah karena ketidakpastian baik global maupun domestik, meskipun inflasi tercatat rendah dan pertumbuhan ekonomi perlu didorong.

"Kami melihat ada ruang penurunan suku bunga, dan tentu saja kami akan memantau perkembangan-perkembangan itu," katanya dalam Konferensi Pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Selasa (27/10/2020).

Perry menambahkan, beberapa indikator, di antaranya nilai tukar rupiah, inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan ketahanan eksternal, akan kembali di evaluasi pada RDG November 2020 mendatang.

Namun, Perry tetap menekankan bahwa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, yang paling efektif adalah melalui jalur kuantitas (quantitative easing).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bank indonesia suku bunga acuan kssk
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top