Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Jiwasraya Jual Citos Rp2,2 Triliun, Pembayaran Dilunasi 2022

Saat ini Jiwasraya sudah menerima Rp2,1 triliun dari hasil penjualan pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan itu.
Wibi Pangestu Pratama
Wibi Pangestu Pratama - Bisnis.com 10 November 2020  |  10:50 WIB
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga melintasi logo Asuransi Jiwasraya di Jakarta, Senin (5/10/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) menyatakan bahwa penjualan pusat perbelanjaan Cilandak Town Square atau Citos akan rampung pada 2022, saat konsorsium Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Karya menyelesaikan transaksi senilai Rp2,2 triliun.

Direktur Keuangan Jiwasraya Farid Azhar Nasution menjabarkan bahwa saat ini pihaknya sudah menerima Rp2,1 triliun dari hasil penjualan pusat perbelanjaan di daerah Jakarta Selatan itu. Transaksi pertama dilakukan pada 2018 senilai Rp1,4 triliun sebagai uang muka.

Setelah itu, transaksi kedua terjadi pada Maret 2020 senilai Rp700 miliar, yang di antaranya digunakan untuk membayar klaim tradisional senilai Rp470 miliar. Artinya, saat ini Jiwasraya sudah menerima sekitar 95 persen dana dari hasil penjualan Citos.

"Yang Rp100 miliar lagi [dibayarkan] nanti 2022," ujar Farid kepada Bisnis, Senin (9/11/2020).

Penjualan Citos menjadi salah satu sumber dana bagi Jiwasraya dalam menjalankan operasionalnya. Dana segar itu pun membuat perseroan mampu membayar sebagian klaim tradisional dan klaim para pensiunan pemegang polis anuitas.

"Selama 2020 masih membayarkan [klaim] untuk nasabah pensiunan. Sumber dana untuk [pembayaran klaim] Maret 2020 berasal dari penjualan Citos, begitu pula untuk anuitas," ujar Farid.

Satu-satunya perusahaan asuransi jiwa pelat merah itu menjual Citos kepada Konsorsium Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya, yang di antaranya terdiri dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. atau WIKA, PT Adhi Karya Tbk. atau ADHI, dan PT Waskita Karya (Persero) atau WSKT.

Selain perusahaan karya, dalam konsorsium itu terdapat pula PT Bahana Pembina Usaha Indonesia (Persero) atau BPUI, yang kini bernama Indonesia Financial Group (IFG). Perseroan turut melakukan transaksi karena merupakan induk dari holding asuransi dan penjaminan, sebelum menjadi IFG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asuransi BUMN bumn karya Jiwasraya
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top