Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Mandiri Sudah Pangkas Bunga, Tapi Permintaan Kredit Masih Lemah

Penurunan SBDK dinilai memang belum berdampak pada pertumbuhan kredit Bank Mandiri di tengah masa pandemi.
Ni Putu Eka Wiratmini
Ni Putu Eka Wiratmini - Bisnis.com 22 November 2020  |  07:58 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Kamis (4/7). Bisnis - Nurul Hidayat
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. di Jakarta, Kamis (4/7). Bisnis - Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. menyatakan telah menurunkan suku bunga dasar kredit (SBDK) untuk segmen corporate, ritel, mikro dan konsumsi sebesar 10 hingga 600 basis poin (bps) sejak awal tahun ini.

Berdasarkan publikasi website perseroan, SBDK untuk kredit korporasi perseroan adalah sebesar 9,85 persen, kredit ritel 9,80 persen, kredit mikro 11,5 persen, dan kredit pemilikan rumah (KPR) 10 persen serta kredit konsumsi nonKPR 11,6 persen.

Meskipun demikian, penurunan SBDK tersebut dinilai memang belum berdampak pada pertumbuhan kredit Bank Mandiri di tengah masa pandemi.

Adapun, secara konsolidasi, penyaluran kredit Bank Mandiri meningkat 3,79 persen secara year on year menjadi Rp873,73 triliun pada akhir September 2020. Sementara itu, total DPK tumbuh 21,2 persen yoy mencapai Rp130 triliun.

Wakil Direktur Bank Mandiri Alexandra Askandar mengatakan permintaan kredit yang rendah menyebabkan kredit tidak mengalami pertumbuhan. Padahal dari sisi likuiditas, Bank Mandiri mengatakan masih cukup untuk disalurkan dalam bentuk kredit.

"Karena memang permintaannya rendah, kalau dari sisi bank likuiditas secara umum masih cukup baik, tetapi demand kredit yang rendah," katanya kepada Bisnis, akhir pekan lalu.

Corporate Secretary Bank Mandiri Rudi As Aturridha mengaku perseroan mendukung sepenuhnya komitmen Bank Indonesia untuk dalam pemulihan ekonomi nasional melalui pemberian stimulus fiskal dengan mekanisme penurunan suku bunga acuan ini. Hal tersebut pun diiimplementasikan dalam bentuk penurunan SBDK.

Bahkan, pada bulan Oktober, SBDK segmen konsumer telah Bank Mandiri telah menurunkan untuk ketiga kalinya seiring penurunan biaya dana

"Suku bunga kredit sendiri secara periodik kami review dengan mempertimbangkan suku bunga pasar dan biaya dana kami," sebutnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kredit bank mandiri penyaluran kredit suku bunga kredit sbdk
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top